Agus Sutoyo : Kenalkan Literasi melalui Tekhnologi Digitalisasi
NTB EXPOSE. Lombok Timur – Kepala Perpusnas RI diwakili oleh Agus Sutoyo selaku Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, saat menghadiri Launching buku Asakomindo (Asosiasi Jasa Akomodasi Indonesia) berjudul, From Lombok For Indonesia, di Vrienden Huis Lendang Belo, Montong Gading Lombok Timur hari Sabtu (28/10) belum lama ini, terasa familiar.
Dihadapan para tamu undangan beliau mengatakan,”kepada Ketua Umum Asakomindo yang saya banggakan yakni si wanita hebat ibu Merries Eruwati Muhammad, akan kita saksikan peluncuran bukunya berjudul, From Lombok For Indonesia, merupakan momentum yang sangat bagus untuk kita ikuti,” kata Agus Sutoyo.
Dia menjelaskan awal perkenalannya dengan Merries E Muhammad, waktu itu ketika pertama kali beliau masuk keruangan, saya sepertinya merasa sudah kenal puluhan tahun sama beliau,”ungkapnya.
Peluncuran dengan tema Merangkul Indonesia dengan buku yang berjudul “From Lombok For Indonesia ini oleh Asakomindo, membuat kita semua jadi menyatu, dan ternyata literasi itu bisa menyatukan kita semua, mulai dari Sabang sampai Merauke atau saat ini kita mulai dari “From Lombok For Indonesia, kemudian nyeberang lagi ke pulau Sumbawa, Bima dan daerah lainnya seperti from Sumatera atau Kalimantan for Indonesia misalnya dan terakhir nanti, endingnya “From Indonesia For the World, itu targetnya, inshaa Allah,” kata Agus Sutoyo penuh semangat.
Diperpustakaan Nasional tentunya harus mendukung program program yang ada di daerah daerah di Indonesia ini, apapun itu yang berkaitan dengan kegiatan literasi, termasuk pada kesempatan launching buku Asakomindo yang berjudul From Lombok For Indonesia,”kata Agus. Siang ini kita sedang berliterasi, setiap literasi itu pasti akan menghasilkan yang berkaitan dengan informasi informasi positif buat masyarakat Indonesia.
Dijelaskan Agus, di Perpustakaan Nasional kita mendukung kegiatan kegiatan yang wajib bersifat nasional ini, Kegiatan kegiatan yang berada dikabupaten kota, ada yang namanya transformasi perpustakaan yang berbasis inklusi sosial, itu merupakan program prioritas, kegiatan itu di Perpustakaan Daerah dan Propinsi, itu pasti ada, dan di Perpustakaan Nasional juga membuat kegiatan kegiatan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya adalah baqaimana kita bisa memberikan nilai tambah kearifan lokal (local wisdom) kita kemas menjadi sesuatu yang bernilai,”kata Agus.
Nah, hari ini bagaimana kita berkaitan dengan ibu Merries dengan niatnya yang tulus bisa mengembangkan, Desa Lendang Belo, bukan saja mendapat perhatian di NTB tapi juga di Indonesia bahkan di dunia melalui literasi, kalau tidak diliterasikan, Desa Lendang Belo berikut 12 usaha jasa Akomodasi lainnya yang ditulis dalam buku itu, mungkin tidak akan dikenal luas, namun lewat buku ini, terutama desa Lendang Belo akan semakin menjadi lebih diperhatikan, dan itu harus terus menerus diikuti dengan perkembangan digitalisasi tekhnologi,”seperti IG, website, Instagram, FB, dan lain sebagainya, karena dengan dunia Sosmed ini adalah salah satu cara untuk mengangkat dan memperkenalkan sesuatu yang akan dipromosikan, sosialisasikan dengan sebaik baiknya,” kata Agus.
Dijelaskannya, saya bertemu bu Merries dibulan Februari menjelang acara, waktu itu saya persilahkan beliau untuk membikin acara, kami fasilitas ada ruang galerry yang biasa siapa saja masyarakat memanfaatkan ruang galerry itu untuk pameran apa saja yang sifatnya bisa memberikan informasi kepada masyarakat yang memanfaatkan itu termasuk kepada Asakomindo untuk membuat pameran disana, dan itu merupakan acara menarik dan saya pernah berjanji untuk menuliskan, tapi ternyata itu menjadi inspirasi saya dan tidak lama setelah acara bu Merries selesai, saya bikin tulisan di Media Sinar Harapan dan salah satu tulisan itu, nanti bisa dibaca di dalam buku tersebut, dimana tulisan saya itu ada pengantarnya didalam kata sambutan buku Asakomindo From Lombok For Indonesia,”kata Agus Sutoyo.
Dalam peluncuran buku tersebut, tamu undangan yang hadir diantaranya adalah Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi NTB, H. Muhammad Mahdi, Direktur Poltekpar Lombok. Dr. Ali Muhtasom, Widayat selaku Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur dan beberapa tamu undangan lainnya terdiri dari para pelaku Pariwisata.(Ntbexpose/05)









