Hari Pertama Gelaran MotoGP Mandalika Aparat Ancam Pemilik Tanah 

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Muhammad Samsul Qomar (MSQ) selaku juru bicara Pejuang Tanah Mandalika, Jumat (13/10) mengatakan kepada wartawan, terkait dengan persoalan tanah warga Kuta Mandalika yang belum dibayar ITDC  “Informasi dari warga dan kuasa hukum pemilik di lapangan, aparat mencabut paksa dan menggulung spanduk dan baliho warga secara paksa.

Kami mendapat info itu dari Setia Darma  (LBH Madani Jakarta ) pak Zabur dan pak L Burhan saat mendampingi warga pemilik di KEK pagi tadi,” kata MSQ.

Mereka mengatakan, aparat TNI/POLRI bukan hanya mencabut spanduk baliho, tapi mengancam warga jika memasang kembali akan di amankan.

Tentu kami sayangkan sekali perlakuan represif ini karena warga sama sekali tidak melakukan aksi demo dan kegaduhan hanya tinggal diam di tanah milik mereka.
Mereka memilih tidak berteriak tidak ribut dan secara damai melakukan protes hanya dengan spanduk dan baliho saja.

Artinya warga sangat menjaga kenyamanan dan keamanan event MotoGP, sayang dan cinta Mandalika, kenapa harus di perlakukan keras,”tegas MSQ.

Mestinya pemerintah dan ITDC segera mengambil jalan tengah dengan bertemu perwakilan warga dan mencari solusi konkrit bukan hanya janji semu.

Mediasi yang di lakukan tinggal di lanjutkan dan yang sesuai data di selesaikan sangat simple dan tidak butuh waktu lama.
Sekali lagi kami minta aparat jangan arogan kepada warga gunakan cara cara humanis mereka ini korban kezoliman dan minta keadilan,”tutup MSQ.(Ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *