Wakil Ketua DPRD Loteng Komentari Bangunan Sekolah Tidak Layak Pakai

NTB EXPOSE. Lombok Tengah  – HL. Sarjana, selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, pada hari Selasa ( 23/ Mei/2023) saat dihubungi wartawan, komentari Dunia pendidikan  pasca robohnya gedung SDN Jabon di Desa Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat.

Politisi PKB asal Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat ini mengatakan, ini membuktikan masih adanya sekolah yang terlewat dari pantauan pemerintah kabupaten, untuk itu perlu ada pendataan terkait kerusakan sekolah dari yang kecil hingga besar, supaya tidak jadi persoalan dalam dunia pendidikan.

HL. Sarjana mengatakan, “ Kita minta Pemda lebih selektif, turun ke lapangan. Kami juga minta lebih profesional lagi dalam pendataan mana sekolah yang di pelosok rusak berat, sedang, dan berat,”tegasnya.

Kami di DPRD terbuka kepada pemkab untuk berdiskusi terkait data mana saja sekolah yang sedang mengalami kerusakan,agar kemudian persoalan tersebut dapat diselesaikan bersama melalui dana aspirasi,” ungkapnya.
Tapi dinas juga harus menjalin komunikasi kepada kepala sekolah, komite dan pihak lainnya demi dapat turun langsung mengecek semua kondisi gedung utamanya yang dibangun puluhan tahun lalu yang ada di pelosok.

Untuk tahun 2022 sebelumnya Alhamdulilah kita sudah maksimal selama ada koordinasi dengan Dinas Pendidikan, tapi kan terbatas kalau berbicara rusak berat disitu kan ada Dana Alokasi Khusus (DAK),” sebut politisi PKB itu. Diungkapkannya, pekan depan melalui Komisi IV akan memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melihat data sekolah yang dalam kondisi rusak.

“Kalau besok kita lihat datanya nggak masuk berarti terlewatkan, kita minta mereka turun dan komisi IV juga turun untuk survei,” tegasnya lagi.

Ditempat yang berbeda  menurut, Kepala SDN Jabon, Lalu Muhibban mengatakan saat kejadian beruntung tidak ada korban. Ruangan yang kondisi rusak itu dua ruangan kelas 5 dan kelas 3 yang mana sejak setahun lalu mengalami kerusakan.  Selanjutnya proses belajar mengajar tetap berlangsung di beberapa ruangan yang tersisa, satu ruangan yang ditempati sekaligus oleh kelas 2 dan 5, satu ruangan sekaligus untuk 3 dengan 4 bahkan ruang kelas 1,”imbuhnya. (Ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *