NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid An Nur Manggong Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Lombok Tengah bekerja sama dengan seluruh Lapisan Masyarakat Mukim Masjid Annur Manggong dalam memperingati acara Isro’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, bertempat di Masjid An Nur Dusun Manggong Bat Desa Bonjeruk Kec. Jonggat Rabo 08/02/2023 acara tersebut diawali dengan Ngurisan.
Hadir dalam acara ini, TGH Moh Arifin S.Ag, TGH Muhtadi Muhsinin, Kepala Desa Bonjeruk Lalu Audia Rahman, Kepala Desa Perina Maroan Hamdi, Mantan Camat Jonggat M Syukur SH Kadus Manggong Timur Kadus Manggong dan para tamu undangan yang berasal dari Desa Bunkate Desa Perina dan juga Desa Bonjeruk.
Kepala Desa Bonjeruk mengawali sambutan singkatnya Menghimbau kepada segenap masyarakat diwilayah Dusun Manggong Timur dan Manggong Bat pada khususnya dan Desa Bonjeruk pada Umumnya untuk menjaga Keamanan lingkungan agar tetap aman dan kondusif dan mari kita tingkatkan bersama.
Selanjutnya terkait dengan progam PJSR (Pembuatan Jasa Sertifikat Serentak) dengan demikian saya menghimbau kepada segenap masyarakat yang tanahnya belum bersertifikat agar nantinya mendaftarkan diri di program tersebut, karna ini adalah kesempatan baik bagi kita semua,”tutupnya.
TGH Moh Arifin S.Ag.dalam ceramahnya menyampaikan bahwa, peristiwa Isra’ Mi’raj harus dijadikan modal dasar dalam mengamalkan kewajiban kemudian direfleksikan melalui pikiran, ucapan, dan tindakan. Ia juga menilai semangat yang terkandung dalam Isra Mi’raj pun bisa menjadi dasar untuk memperkokoh revolusi mental yang tengah digalakkan oleh pemerintah.
Peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan Perjalanan pada malam hari Rasulullah SAW dari Masjidil Haram (Makkah al Mukarramah) ke Masjidil al Aqsha (Palestina), kemudian di mi’rajkan (dinaikan dari Masjidil al Aqsha hingga ke atas langit ketujuh) ke Sidratul Muntaha untuk menghadap kepada Allah SWT.
TGH Moh Arifin S.Ag menambahkan bahwa, dari perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, mencerminkan contoh seorang pemimpin yang memperhatikan umatnya, ini terbukti ketika perintah untuk sholat 50 waktu menjadi 5 (lima) waktu.
Mari kita ikuti suri tauladan yang diterapkan Rasulullah dalam mengamalkan kebajikan sehingga menjauhkan diri dari sifat jahiliyah”, jelas TGH Moh Arifin S.Ag.
Diharapkan, dengan acara peringatan ini dapat memberikan pencerahan, inspirasi, dan motivasi untuk menyatukan hati dalam perubahan karakter yang dimulai dari diri sendiri hingga lingkungan berbangsa dan bernegara melalui pemaknaan dan implementasi dari peristiwa Isra’ Mi’raj,”tutupnya. ( Ntbexpose/03)






