NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Masyarakat Dapil 3 Pujut dan Praya Timur mengeluh dengan adanya Kelangkaan dan mahalnya pupuk. Hal itu diketahui para anggota DPRD setelah melakukan program Serap Aspirasi (Reses) di enam titik di wilayah Dapil mereka masing masing, termasuk Anggota DPRD Dapil 3 bernama Tarip.
Politisi asal Kecamatan Praya Timur ini juga mengatakan, dari enam lokasi Reses yang sudah dilakukannya, kelangkaan pupuk masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Kecamatan Praya Timur di Enam lokasi tempatnya reses, kelangkaan pupuk selalu ada,”ungkapanya.
Selain langka, harganya juga mahal, yakni diatas Harga Eceran Terendah (HET), kenapa dinas Pertanian dan Peternakan Loteng, tidak pernah mencari apa, penyebabnya dan mencari solusi,” jelasnya.
Begitu Juga kalau Setiap musim tanam pasti petani kita menjerit, namun saya juga heran, Dinas pertanian sepertinya tidak segera mencari penyebab dan mencarikan solusi, padahal pupuk semakin bertambah dan lahan semakin menyusut juga jadi aneh kok pupuk tidak tercukupi ada apa sebenarnya,” tegas Tarip. “Jika ini dibiarkan terus, lama lama penyakit menahun ini tidak akan sembuh,” cetus Tarip.
Dirinya selaku anggota DPRD Loteng dapil 3 Kecamatan Praya Timur Pujut, akan mempersoalkannya di Legislatif supaya ada solusinya.
Tarip juga menegaskan,”selain kelangkaan pupuk, Infrastruktur diperbatasan desa juga sering terlupakan, termasuk irigasi maupun jalan pembatas desa “Semua aspirasi konstituen, akan saya perjuangkan dan mohon do’a semoga semua keluhan masyarakat bisa diselesaikan,”jelas Tarip.
Dia juga meminta kepada masyarakat agar bersabar, sebab beberapa program yang sudah dia prioritaskan, semuanya berubah karena adanya aturan baru dari pemerintah pusat, artinya semua program untuk tahun ini, dialihkan ke sektor pendidikan dan kesehatan,” kata Tarip.
Jadi kami mohon maaf kepada masyarakat kami, program yang sudah disetujui untuk dikerjakan tahun ini, terpaksa dialihkan ke sektor pendidikan dan kesehatan.
Oleh karena adanya kebijakan baru dari Pemerintah pusat tersebut, pihaknya sudah menganggarkan dana rehab untuk pendidikan mulai dari Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Praya Timur dan Pujut Loteng.
“Semoga semua kebutuhan di sekolah yang mendapatkan anggaran rehab terpenuhi dan proses belajar dan mengajar lancar, yang belum tersentuh harap bersabar,” imbuh Tarip.(Ntbexpose/03)











