NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Polemik penyelesaian tanah Sirkuit di KEK Kuta Mandalika hingga hari ini masih menemui jalan buntu, dari informasi yang dihimpun ITDC dinilai semakin menunjukkan ketidakpedulian dan kebohongan, pasalnya dari sekian kali berjanji untuk segera kooperatif sanding data dengan warga pemilik tanah melalui kuasa hukum masing masing, ITDC tetap saja abai terhadap janji janjinya.
Kamis 19 Januari di Dusun Ebunut Desa Kuta Kecamatan Pujut persis disebelah Selatan pagar Sirkuit MotoGP, masyarakat beserta kuasa hukum mereka yang dimotori oleh Setia Dharma dari LBH Madani Jakarta dan rekan rekan LBH lainnya yang eksis di NTB melakukan konferensi pers bersama puluhan media, baik cetak, online dan Televisi Nasional.
Muhammad Samsul Qomar (MSQ) selaku Juru bicara Pejuang tanah Mandalika dalam keterangannya mengatakan
“ingkarnya ITDC yang berjanji untuk sanding data, namun yang terjadi pada saat itu hanyalah sikap ketidak seriusan ITDC.
Kami ingat pada pertemuan selanjutnya di Gedung Sangkareang Pemprop NTB telah hadir salah satu petinggi ITDC namun lagi lagi mereka menunjukkan ketidakseriusannya
MSQ mengatakan, sikap ITDC yang jauh dari kesan baik tersebut bisa memastikan persoalan baru ditengah masyarakat pemilik tanah yang belum dibayarnya.
Padahal waktu itu mereka yang minta sanding data dan akan datang pada minggu ketiga namun sampai minggu keempat mereka belum juga kelihatan batang hidungnya.
Bicara tentang progres sampai minggu ini ITDC bersama Pemerintah Provinsi NTB seolah olah seperti saling lempar tanggung jawab mereka ini seperti orang yang mau cuci tangan,” cetus MSQ.
Namun untuk kali ini kami masih memberikan kesempatan, “Pemprov sebagai mediator, kami minta untuk memfasilitasi kami sanding data sebelum WSBK tahun 2023 ini dilaksanakan, kalau tidak kami akan bersikap tegas dan terukur kita lihat saja nanti yang terjadi kalau kemarahan masyarakat sudah mendekati puncaknya, masyarakat dipastikan akan melawan,” Kata Samsul Qomar.
Menurut MSQ, diketahui saat ini sekitar 340 Ha lebih tanah dengan ratusan pemilik dari masyarakat sekitar Lingkar KEK Mandalika belum dibayar oleh ITDC. (Ntbexpose/03)






