NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Dirgahayu Provinsi Nusa Tenggara Barat ke-64. Optimis Dalam Kebersamaan NTB Gemilang. Semoga dengan semangat ultah ke-64 ini, seluruh stakeholder pembangunan dan kemajuan NTB terus memupuk optimisme untuk melangkah bersama menuju NTB yang semakin gemilang.
Namun di tengah optimisme dalam kebersamaan tersebut, menurut Lalu Alamin selaku Ketua Solidaritas Warga InterMandalika (SWIM) kepada wartawan Rabu (21/12) ia melihat ada rangkaian acara yang justru kontraproduktif dengan semangat kebersamaan tadi, yaitu penganugerahan HUT NTB Award di bidang pariwisata. SWIM menilai HUT NTB Award ini sebagai sebuah gimmick yang tidak jelas karena penyelenggaraannya tidak pernah diumumkan, assessor, kriteria dan parameternya juga tidak jelas.
Selain itu Lalu Alamin juga menyampaikan bahwa dari pemberitaan DetikTravel pada tanggal 17 Desember 2022, SWIM hanya bisa menangkap “3-if” sebagai kategori pemberian penghargaan tersebut, yaitu Terkolaboratif, Terkreatif, dan Terinspiratif,” cecarnya.
“Dalam bahasa Inggris, _if_ itu artinya ‘jika’ atau ‘seandainya.’ Jadi jangan-jangan prestasi yang mendasari pemberian award ini masih di level berandai-andai, belum terealisasi apalagi teruji.”ujarnya mengkritisi.
Lebih lanjut DetikTravel mengutip pernyataan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Yusron Hadi bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi/penghargaan sepanjang 2022 kepada pihak-pihak yang telah berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dalam mewujudkan program dan event-event Dinas Pariwisata.
Menanggapi hal tersebut, Ketua SWIM justru memandang hal tersebut sebagai pertimbangan yang keliru dan malah terkesan menyempitkan makna pariwisata itu sendiri.
“Kami sangat menyayangkan apabila hal tersebut menjadi pertimbangan tunggal dalam penganugerahan penghargaan ini. Mungkin kami perlu mengingatkan kepada kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB bahwa pariwisata itu tidak terbatas pada event-event dan program pemerintah. Pariwisata itu merupakan penyatupaduan antara berbagai unsur dan aktivitas yang sangat kompleks.”
Ketua SWIM juga menyesalkan kriteria tahun kegiatan yang hanya mematok tahun 2022 sebagai dasar pemberian penghargaan. Hal ini berpotensi membuat banyak pihak merasa kecewa karena kemajuan pariwisata NTB adalah hasil dari sebuah proses kolaborasi yang panjang dari berbagai spektrum stakeholder yang luas. Proses panjang ini melibatkan berbagai asosiasi, badan dan individu selama bertahun-tahun.
“Kerja untuk kemajuan pariwisata NTB tidak dimulai di tahun 2022 melainkan sebuah proses yang panjang dan proses panjang itu tidak hanya berpusat di Dinas Pariwisata saja. Dengan hanya merujuk pada aktivitas Dinas Pariwisata tahun 2022 sebagai pertimbangan utama pemberian penghargaan, maka kerja dan proses panjang yang dilalui para pionir pariwisata NTB yang secara mandiri dan konsisten memajukan pariwisata jelas terabaikan.”
SWIM tidak menafikan komitmen dan prestasi pihak-pihak yang penerima penghargaan ini. Tapi sesuai dengan semangat “optimisme dalam kebersamaan” ini, hendaknya pemberian penghargaan ini tidak terkesan mengecilkan peran pihak-pihak lain, apalagi sampai mengesankan bahwa kemajuan pariwisata NTB adalah hasil dari _one-man fight atau terkesan asal asalan dan tidak profesional,” Tegas Lalu Alamin.
Terlepas dari semua kekurangan ini, SWIM melihat bahwa HUT NTB Award adalah sebuah inisiatif yang positif dari pemerintah provinsi NTB untuk memotivasi semua stakeholder kemajuan pariwisata NTB untuk terus berinovsi dan berkarya. Inisiatif ini patut untuk diteruskan tapi dengan kriteria dan parameter yang jelas serta assessor yang berintegritas. Upaya-upaya besar seperti ini jangan sampai berhenti pada tataran seremonial semata dengan kriteria subyektif dinas-dinas atau pihak tertentu sehingga kerja pionir-pionir kemajuan pariwisata kita tidak terkesan diabaikan.
Sekali lagi, SWIM mengucapkan Dirgahayu NTB yang ke-64, mari memupuk optimisme dalam kebersamaan menuju NTB yang lebih gemilang,” pungkas Pelaku Pariwisata jebolan Kapal Pesiar di Amerika tersebut (ntbexpose/03)












