Unik ! Pembentukan Pokdarwis Desa Wisata Barabali Dimulai dengan Tradisi Budaya Ritual Medang - ntbexpose.com

Unik ! Pembentukan Pokdarwis Desa Wisata Barabali Dimulai dengan Tradisi Budaya Ritual Medang

Spread the love

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Pada pembentukan Pokdarwis Desa Wisata Barabali hari Kamis (24/11) seperti dijelaskan Kabid Pengembangan SDM/Ekraf Disparbud Loteng Lalu Muh. Hatta dihadapan para tamu undangan terdiri dari Camat Batukliang, Lalu Sudirman S.SI MM, Kades Barabali Lalu Ali Junaidi, Ketua Asosiasi Pokdarwis NTB Lalu Sapta Setiawan, pengurus Forum DesaWisata TASTURA dan undangan lainnya, Hatta mengatakan, “bahwa nomenklatur kami Selain pengembangan SDM kami juga mengurus Ekonomi Kreatif, ini sangat potensial untuk dikembangkan bagi desa wisata guna mengekspresikan kreativitas mereka,”kata Hatta.

Pembentukan Pokdarwis itu murni ranah dari kades, selanjutnya nanti akan dibantu oleh Dinas Pariwisata terutama di Bidang SDM untuk mendampingi Pokdarwis yang sudah dibentuk. Kemudian untuk acara pengukuhan bisa dilakukan dikantor Desa atau dimana saja berikut penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan.

Dijelaskan Hatta, seperti diketahui Kabupaten Lombok Tengah memiliki 61 Desa Wisata yang telah di SK kan Bupati, namun dari 61 Desa Wisata tersebut setelah Assesment, ada 38 Desa Wisata yang masuk kategori, itu sudah kita informasikan kepada 61 Desa Wisata tersebut, hingga mereka disarankan agar memprioritaskan program penganggaran pada struktur penyusunan APBDesnya guna menunjukkan keberpihakannya kepada Pokdarwis dan desa wisatanya.

Pada saat penyusunan profil desa yang dimaksimalkan adalah kualitas program desanya, bukan program copy paste, nah ! dari semua potensi tersebut akan jelas bagaimana arah dan konsep pengembangan desa wisatanya masing masing, hingga dibentuk lagi master plannya, dari master plan ini adalah sebagai wujud komitmen desa wisatanya, disini nanti akan jelas tupoksi masing masing mulai dari Pemdes, Pemkab, Pemprov bahkan Pemerintah pusat dalam mengarahkan program mereka untuk pengembangan pembangunan Desa Wisata.

Pada acara pembentukan Pokdarwis tersebut rupanya ada yang menarik perhatian. Seperti dijelaskan Lalu Hatta, pembentukan Pokdarwis ini disertai hujan lebat dan angin kencang hingga membasahi sebagian panggung utama, lalu para peserta kebanyakan dari gadis gadis remaja yang menjadi anggota Pokdarwis dipersilahkan mendekat duduk merapat berhadap hadapan antara pihak laki laki dan para wanita, dalam keadaan situasional mereka duduk sembari berdesak desakan agar tidak terkena tempias hujan lebat di lokasi tersebut.

Rupanya ide spontan keluar begitu saja dari Kabid SDM sembari mengatakan, kami akan coba memflash back, tradisi budaya kita untuk melakukan ritual Medang, dimana acara ini dulunya dilakukan pada saat acara Roah Bgawe atau pada pesta pernikahan adat suku Sasak, hingga sekarang masih tetap dilestarikan disebagian desa desa yang ada di Lombok Tengah dan sangat potensial dijadikan atraksi budaya,” jelasnya.

Diceritakannya, Tradisi Medang ini dulu awal mulanya adalah sebagai cara agar pihak laki laki bisa berkenalan dengan pihak wanita dambaan yang ditaksirnya pada saat acara “malam Bgawe, pada pernikahan adat ala Suku Sasak.

Mereka ingin berkenalan dengan para gadis namun tidak tahu cara memulai, lalu mereka punya ide sebagai pembuka perkenalan, pihak laki laki berpura-pura untuk “endeng api atau minta api rokok dari bara tungku masak para gadis gadis yang ada didapur acara Roah Begawe untuk disulutkan (dibakarkan) kepada rokok yang terselip di bibir pihak laki laki, setelah itu baru mereka membuka diri memulai percakapan untuk saling mengenal, kalau bernasib baik mereka ada yang sampai berjodoh lalu menikah. Tradisi ini sampai sekarang masih ada dan tetap dilestarikan.

Dalam acara Medang tersebut Camat Batukliang, Kades Barabali, ketua Asosiasi Pokdarwis NTB, pengurus Forum Desa Wisata TASTURA dan unsur media duduk berhadap hadapan dengan para gadis untuk memulai acara Medang tersebut. Syukurlah acara tradisi budaya ritual Medang ini bisa kita praktekkan pada saat pembentukan Pokdarwis Barabali sebagai contoh atau sarana edukasi budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan,” kata Lalu Hatta yang minta dibakarkan rokoknya kepada peserta yang paling cantik diacara itu.(ntbexpose/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *