NTB EXPOSE. Lombok Barat – Dalam acara bertajuk Road Show Lombok Barat yang diinisiasi komunitas Pemuda Hijrah Lombok dan Remaja Masjid Baital Atiq Gerung, Minggu ( 28/08/22 ).
Ratusan kaum millenial berkumpul sambut kedatangan dan menyaksikan ceramah para Da’i muda yang viral di medsos. Yakni selebgram terkenal bernama Husain Basyaiban dan Ustad Taqy Malik. Tujuannya hanya untuk berdakwah, mengajak umat hijrah ke arah positif sesuai tuntunan agama.
Menurut salah seorang ulama’ fenomenal, Tuan Guru M. Taisir Al Azhar, Lc, S.Ag, MA ( TGT ) yang juga hadir semarakkan suasana sebagai pembicara beranggapan kegiatan tersebut sangat baik. Pertanda islam semakin akrab dipelajari masyarakat wabilkhusus dikalangan millenial ditengah pengaruh modernisasi yang rentan menjerumus keburukan.
” Saya senang sekaligus terharu melihat semangat anak-anak muda ini yang mulai bangkitkan keislaman, bisa berkolaborasi dengan mereka suatu kehormatan,” ungkap TGT.
Makna Hijrah, Urai Tuan Guru lulusan Mesir ini, esensinya berpindah kondisi menuju lebih baik dari sebelumnya. Dengan cara mau, mulai, terus belajar menuntut ilmu agama, dapat memahami islam secara kaffah atau utuh agar bisa bersyariat atau beribadah dengan benar.
” Untuk antisipasi faham menyimpang, kita juga harus selektif memilih pengajian atau tempat mengaji, ” sarannya.
Dijelaskan, sekarang marak faham radikal, jangan terjebak, ada ekstrim kanan ada lagi ekstrim kiri yang sangat sekuler.
Islam, tegas TGT, sejak zaman Rasulullah sesungguhnya tidak ada yang berubah, semua sama, yakni islam moderat atau berada ditengah-tengah. Tidak ekstrim kanan, tidak ekstrim kiri.
Maka ketika belajar Al-Qur’an kita tidak bisa sendiri, harus ada guru atau pembimbing yang sanad keilmuannya jelas sampai ke Rasulullah. Takutnya, seperti kata Ulama, jika hanya mengutip melalui buku atau tahu terjemahan saja. Dipastikan, salahnya lebih banyak daripada benarnya.
” Upaya PHL ini saya rasa sudah tepat, karena mensyiarkan terkait moderasi islam yang cocok dengan kemajmukan Indonesia dan universalitas dunia, ” tambahnya.
Diharapkan, kegiatan majlis dakwah, taklim atau tabligh seperti ini bisa sesering mungkin diadakan. Agar mampu sebar kebaikan, motivasi sehingga senantiasa terjaga dari kehidupan yang bebas.
” Silahkan lakukan apapun, menjadi apapun tapi tetap sesuai ajaran agama sebagai wujud ibadah kita kepada Allah, ” terangnya.
M. Rizky Fahly ketua panitia acara mengatakan komunitas PHL terbentuk 5 tahun lalu miliki regional di tiap Kabupaten/Kota se-pulau Lombok. Bergerak dibidang pendidikan dan sosial guna mengajak generasi muda agar bisa memberi kebermanfaatan. Merubah kebiasaan negatif, disibukkan dengan aktifitas positif.
” Kami aktif di medsos, banyak jaringan atau pengikut di instagram, sehingga mudah mengumpulkan masa jika berkegiatan, ” ujarnya.
Mengenai pembina, PHL dibimbing langsung oleh Habib Hasan.
Lalu Gian Satria Ketua Remaja Masjid Baital Atiq Gerung beri apresiasi penuh. Diakui, dapat menjadi inspirasi dan magnet mendorong antusias remaja makmurkan masjid.
Ia menilai ini pendekatan bagus, sekalian menunjukkan ke publik bahwa berkumpul dimasjid itu menarik dan menyenangkan sesuai kondisi setiap zaman.
Berkaca sejarah Nabi, masjid itu, ujar Gian adalah pusat kegiatan untuk kemajuan umat, bukan hanya tempat ibadah syariat saja tapi lebih bersifat kompleks. Menjadi ruang muamalah disegala bidang baik pendidikan, sosial, ekonomi, budaya, bahkan dulu menjadi tempat menyusun rencana strategi perang.
Diketahui, Road show tersebut berpusat di islamic center Masjid Hubbul Wathon Mataram, bersafari ke Masjid Agung Praya Loteng, Masjid Jami’ Baital Atiq Gerung Lobar, berlanjut ke KLU, dan Lotim. ( Irsyad )












