NTB EXPOSE. Lombok Barat – Tidak mau ketinggalan dalam meriahkan HUT RI Ke-77. Sejumlah sopir yang tergabung dalam organisasi Driver Batur Sasak ( DBS ) berinisiasi lakukan kegiatan pawai yang mendapat pengawalan langsung dari pihak Satlantas Polres Lombok Barat, kamis (18/08/22).
Kepada media ini, Haji Zulfikri, Ketua DBS menyampaikan, selain untuk menunjukkan partisipasi ke negara, juga berniat ingin menyebar informasi ke publik terkait citra para pengemudi truck yang selama ini dianggap kurang familiar di masyarakat.
” Kami ingin cuci nama baik, menghapus segala kesan negatif yang berkembang, bahwa kehadiran kami benar-benar beri manfaat, membantu semua elemen baik pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam hal angkutan akomodasi barang dan jasa, berperan penting demi kelancaran ekonomi dan kesejahteraan semua, ” Ungkap Zul.
Dari itu, penting bagi kami, lanjut Zul, mendapat dukungan pemerintah agar setiap kebijakan atau aturan yang diberlakukan berpihak pada fungsi dan tugas kami dijalan yang berkeadilan sesuai pancasila dan UUD.
” Tolong jika ada aturan dan kebijakan baru, monitor dan sosialisasikan dulu, biar kami siap, tidak jadi penghambat dijalan, bisa mengganggu pekerjaan kami, berdampak pada pendapatan dan kepercayaan perusahaan atau konsumen, ” imbuhnya.
Pihak terkait, usul Zul, ajak duduk bersama antara pengusaha logistik, pengemudi, dan pengguna jasa sebelum penerapan kebijakan, supaya lahir kesepakatan mengenai tarif atau ongkos dipelabuhan misalnya sesuai kalkulasi biaya yang dikeluarkan seperti upah buruh, setor mobil, perawatan kendaraan dan lainnya.
Dikabarkan, anggota DBS saat ini sudah capai 270 orang. Dominan sopir truck logistik antar daerah.
” Organisasi ini terbentuk merangkul semua sopir dalam satu wadah agar lebih profesional, terpercaya, kompak, dan saling bersinergi sesama profesi secara berkelanjutan, ” tandasnya.
Rute pawai start bundaran Giri Menang, Tanjung Karang Ampenan, melaju ke arah Polda, Dishub Provinsi, Cakra, dan kembali ke titik kumpul awal.
Kasatlantas Polres Lobar, IPTU Agus Rachman, SH mengapresiasi kegiatan DBS yang merupakan binaan Satlantas menjadi salah satu media atau mitra edukasi dan sosialisasi tentang himbauan tata tertib berlalulintas.
Pihaknya senantiasa mengingatkan para driver yang keluar masuk melalui pelabuhan terutama soal pelanggaran ODOL ( Over Dimensi Over Load ) kelebihan kapasitas muatan barang yang bisa mengancam keselamatan driver juga rusaknya aspal jalan.
” Tingkat kecelakaan tinggi, agustus sudah 24 orang meninggal, banyak juga disebabkan truck atau fuso yang belum sepenuhnya mengikuti SOP semisal saat pecah ban tidak memasang rambu yang layak, sehingga kerap ditabrak timbulkan kecelakaan, ” Jelasnya.
Diharap, DBS bisa turut jadi pelopor, tauladan serta contoh yang baik bagi pengendara lain menuju zero incident. ( Irsyad )






