Masyarakat Desa Pelambik Bangkit Dari Pandemi Melalui Masjid

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Setelah melewati masa-masa sulit dirundung wabah virus corona selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Segala rutinitas warga masyarakat disetiap wilayah kini tampak longgar.

Baik pekerjaan ataupun aktifitas keagamaan ditempat-tempat ibadah mulai normal. Hal demikian terlihat di wilayah Desa Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah yang kompak menunjukkan persatuan melalui upaya memakmurkan masjid.

” Masjid adalah orientasi kami, masyarakat sangat antusias jika berkaitan dengan masjid, terlebih kami sedang lakukan renovasi total, disinilah kami ( Toga, Toma, Pemerintah Desa, Para Mantan Kades, red ) berkumpul, bersinergi dan bersatu melalui masjid baik dalam bentuk amal, tenaga pikiran sebagai sarana perkuat ukhuwah islamiyah untuk menghadapi segala tantangan umat bersama-sama seperti bagaimana melawan corona ini, ” Ucap Lalu Mustajab Aziz Ketua Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Pelambik.

Disela kegiatan gotong royong, Mustajab sedikit mengulas tentang perjalanan pembangunan masjid yang berangkat dari nol, berawal adanya serapan dana sewa tanah masjid senilai 120 juta untuk pembuatan tower.

Berkat optimisme tinggi, dikabarkan berbagai macam bantuan terus mengalir baik dari jamaah mukim masjid yang ada di Desa dan diluar Desa yang merantau ke luar negeri.

Tak lupa juga kalangan birokrasi pemerintahan turut berpartisipasi. Seperti sumbangan asal Gurbernur, para anggota dewan Provinsi diantaranya pak Ruslan dan TGH Tompo Adnan, Lc, Baznas Loteng, Camat Praya Barat Daya dan lainnya. Baik berupa bahan bangunan dan uang tunai.

” Fasilitas vital tempat wudhu, kamar mandi, pemasangan granit, platform tengah dikerjakan, InsyaAllah tahun ini ditargetkan rampung setidaknya capai 60 persen, ” paparnya.
Untuk menjaga semangat beragama, beragam kegiatan rutin terselenggara mulai dari pengajian mingguan dan bulanan serta peringatan- peringatan hari besar islam.

Wakil ketua pengurus HM Saddam menambahkan, pihaknya tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat. Sehingga hanya dengan memelihara persatuan semua akan tuntas.

” Kita selalu turun keliling silturahmi ke masyarakat, memberikan pencerahan progres pembangunan, sehingga manjadi langkah persuasif untuk menggaet semangat kebersamaan, sehingga masjid pelambik dapat menebar kesan baik sering disebut paling banyak jamaah shaf sholatnya disetiap lima waktu oleh orang luar. Alhamdulillah, tentu tidak ada niat riak tapi untuk berbagi motivasi ke khalayak agar sama-sama menghidupkan masjid ” Tandasnya.

Diharapkan, bantuan dan intervensi semua elemen masih dibutuhkan, mengingat tersisa sekitar 40 persen yang harus diselesaikan. ( Irsyad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *