Gelar Aksi Sosial dan Kesehatan di Desa Bangket Parak BEM FIL UNW dan IMB Disambut Hangat Masyarakat

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Kolaborasi progresif ditunjukkan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bumigora (IMB) Lombok Tengah dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan (BEM FIK UNW) Mataram.

Dari informasi yang dihimpun media, dua organisasi kemahasiswaan ini sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Rinjani Sangi, Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Hari Sabtu (16/5) kemarin.

Aksi nyata ini diinisiasi langsung oleh IMB Lombok Tengah yang dikomandoi oleh Sujiadi, (Mahasiswa Aktif Universitas Bumigora Mataram) bersama BEM FIK UNW Mataram di bawah kepemimpinan Aura Athiyah Anargia. Di lapangan, jalannya seluruh rangkaian acara ini dikomandoi langsung oleh Nambun yang bertindak sebagai Ketua Panitia.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh serta supervisi dari RS Mandalika dan Puskesmas Teruwai. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Kesehatan Masyarakat dan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini Demi Mewujudkan Generasi Emas, acara ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari warga setempat.

Tercatat sekitar 300 peserta terlibat aktif, mulai dari masyarakat umum hingga siswa-siswi tingkat SD, SMP, dan SMA. Selain itu juga dibalik suksesnya gerakan ini, ada peran penting Sumaji, S.H. selaku pembina IMB Lombok Tengah. Tokoh yang dikenal memiliki pengalaman panjang dan rekam jejak mumpuni dalam pemberdayaan masyarakat serta pembinaan pemuda ini kembali menunjukkan komitmennya.

Melalui sentuhan pemikirannya, Sumaji senantiasa mendorong kader muda untuk mengambil peran di garda terdepan, khususnya di bidang kepeloporan pemuda dan mahasiswa yang berdampak langsung bagi kemaslahatan warga desa.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IMB Lombok Tengah, Sujiadi, menyampaikan bahwa bimbingan dari pembina menjadi pemantik utama bagi para mahasiswa untuk turun ke lapangan.

Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memutus rantai pernikahan anak di bawah umur yang masih menjadi tantangan di beberapa wilayah. Senada dengan hal tersebut, Ketua BEM FIK UNW Mataram, Aura Athiyah Anargia, menekankan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini sangat efektif dalam menyatukan perspektif sosial dengan ilmu kesehatan dasar secara preventif.

Selaku Ketua Panitia, Nambun melaporkan bahwa antusiasme warga dan pelajar sangat luar biasa sejak acara dibuka. Kegiatan ini sengaja dirancang secara integratif agar aspek edukasi sosial dan pelayanan kesehatan klinis dapat berjalan beriringan dengan tertib.

Kolaborasi antara IMB di bawah binaan Bapak Sumaji, bersama rekan-rekan BEM FIK UNW Mataram ini adalah bukti nyata. Dengan dukungan langsung dari RS Mandalika dan Puskesmas Teruwai, aksi nyata demi mewujudkan Generasi Emas ini dapat berjalan jauh lebih maksimal,” ujar Nambun.

Selain itu juga, rangkaian kegiatan utama dalam kegiatan tersebut yakni untuk memastikan pesan tersampaikan dengan efektif, kolaborasi ini membagi kegiatan ke dalam beberapa fokus utama :

Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini : Sosialisasi interaktif bagi para pelajar (SD, SMP, SMA) mengenai dampak psikologis, fisik, dan sosial dari pernikahan usia anak yang dipimpin oleh kader-kader mahasiswa IMB.

Kemudian, Pemeriksaan Kesehatan Gratis : Pelayanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum dan lansia yang dipimpin langsung oleh tim medis dari RS Mandalika dan Puskesmas Teruwai beserta mahasiswa dari BEM FIK UNW Mataram. Konsultasi Kesehatan & Gizi: Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemenuhan gizi seimbang demi mencegah stunting, dengan bimbingan teknis dari Puskesmas Teruwai dan RS Mandalika.

Pada acara tersebut, kehadiran sekitar 300 peserta menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Desa Bangket Parak sangat menyambut baik akses informasi dan layanan kesehatan seperti ini. Sinergi yang dibangun oleh kepanitiaan yang dipimpin Nambun, atas arahan Sujiadi (Ketua IMB) dan Aura Athiyah Anargia (Ketua BEM FIK UNW), diharapkan tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi pemantik bagi gerakan-gerakan sosial serupa di wilayah Lombok Tengah lainnya.

Melalui integrasi edukasi kepemudaan, pengalaman pembinaan berbasis kepeloporan, dan layanan kesehatan ini, para mahasiswa optimis bahwa kesadaran masyarakat akan meningkat, angka pernikahan dini dapat ditekan, dan jalan menuju perwujudan Generasi Emas yang sehat serta cerdas dapat segera tercapai.(*/Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *