H. Abdul Jabbar : PDAM Loteng Dan Pemdes Aik Bukak Dinilai Cuek Tidak Ada Tanggung Jawab
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Masalah sampah yang menumpuk di dekat mata air Aik Bone milik PDAM di Desa Wisata Aik Bukak hingga kini masih menjadi sorotan dan tetap dikeluhkan warga sekitar. Hal ini diungkapkan Haji Abdul Jabbar salah seorang tokoh masyarakat Aik Bukak kepada wartawan baru baru ini.
Dikatakan Jabbar sebelumnya kami pernah melontarkan hal ini dimedia beberapa waktu lalu namun tetap saja pihak PDAM dan Pemerintah Desa Wisata Aik Bukak cuek dan tidak bergeming untuk memberikan solusi kepada kami sebagai warga terdekat dikawasan mata air Aik Bone dan hutan penyangga
Diketahui sampah sampah tersebut berada dihulu atau diatas mata Air Aik Bone jika hujan sampah tersebut turun dan mengalir ke sekitar mata air Aik Bone yang digunakan sebagai konsumsi air Ledeng ke kota Praya dan sekitarnya
Masyarakat sekitar penyangga mata air sangat menyayangkan dan sangat prihatin melihat kondisi sampah di sekitar penyangga yang belum ada respon dari Pemerintah Desa Aik Bukak maupun pihak PDAM sebagai pengguna mata air Aik Bone,”ungkapnya.
Selain itu kata Jabbar. Seperti diceritakan Muhamad Alip salah seorang pengelola spot wisata Treng Kuning di kawasan Aik Bone Desa Aik Bukak ” mengatakan, dirinya merasa prihatin dengan persoalan sampah tersebut ia sudah menyampaikan secara langsung kepada pihak PDAM dan Pemdes Aik Bukak agar membuat plank larangan membuat sampah di sekitar hutan penyangga namun itu tidak digubris juga,” kata Jabbar menirukan keluhan Alip kepada dirinya belum lama ini.
Begitu juga komentar M. Tohri mantan anggota BPD Dusun Montong Alung sekaligus tokoh masyarakat yang berdampingan langsung dengan hutan penyangga. Ia mengatakan seharusnya kalau terjadi hal seperti ini pihak PDAM harus bersikap cerdas cepat tanggap ” jangan tebel kentok gak mau dengar keluhan warga sekitar, dalam mengambil sikap karena dikhawatirkan hutan penyangga sebagai penyuplai air baku lambat laun bisa saja tercemar kalau tidak segera ditangani PDAM dan Pemdes Aik Bukak.
Sedangkan menurut pak Darwilan tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Desa Wisata Aik Bukak mengatakan, hal itu sangat disayangkan jika masalah sampah diabaikan oleh PDAM dan Pemdes Aik Bukak. Darwilan yang sudah tiga puluh tahun menjabat Kepala Dusun Aik Bukak ini berharap, agar kedepan tidak ada lagi sampah sampah berserakan di hutan penyangga mata Air Aik Bone.
Saya berharap pihak PDAM dan Pemdes segera menyikapinya begitu juga keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata harus ada” ungkapnya.
Dijelaskan Darwilan saya yakin pihak PDAM Loteng punya dana CSR. Nah kemana saja dana CSRnya diarahkan, kami juga perlu tahu. Apakah ada dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar kami atau tidak. Karena selama ini kami tidak pernah diperhatikan dan jangan sampai orang diluar dusun kami yang mereka perhatikan,” ungkap Darwilan.
Andi Subandi tokoh pemuda setempat atau Kadus Aik Bukak ikut berpendapat ” persoalan sampah sudah jadi bahan perbincangan di desa kami, ini harus cepat ditangani, jangan sampai manfaatnya saja yang diambil dari wilayah kami, sedangkan kontribusinya tidak jelas kepada kami.
Kami juga butuh perhatian, kata masyarakat kami juga harus didengar, jangan cuman dengar pendapat di kalangan elit saja. dan lambat laun akan menyalahkan masyarakat kami yang seolah olah masih di pandang sebelah mata.
Tidak itu saja warga lainnya bernama Sap dan M. Ilham yang ditemani beberapa masyarakat yang langsung ke lokasi melihat sampah dan tanah longsor disekitar sumber mata air Aik Bone. Mereka khawatir kalau longsor ini dibiarkan tanpa ada penanganan jangan sampai nanti menimbulkan korban. Di lokasi terlihat longsor itu mengikis bahu jalan yang biasa di pakai untuk parkir baik oleh pihak PDAM atau masyarakat sekitar. Mereka juga menjelaskan sampah sampah tersebut diduga dibuang oleh orang luar dusun kami.
Begitu juga ungkap Ustaz Suparlan Pimpinan Yayasan Asmaul Husna NW Aik Bukak, beliau berharap penataan jalan yang menuju sumber mata air Aik Bone segera dibuat pentaludan untuk mencegah longsor yang dikhawatirkan akan meluas,” ungkapnya. Sampai berita ini diturunkan pihak PDAM dan Pemdes Aik Bukak belum bisa dikonfirmasi.(ntbexpose/03)






