NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Menyimak beragam persoalan mengenai sulitnya lapangan pekerjaan ditengah persaingan yang semakin ketat dewasa ini. Balai Latihan Kerja ( BLK ) Kabupaten Lombok Tengah ingin hadir sebagai solusi kongkrit.
Kepala BLK, Dedet Zelthauzallam menuturkan kehadirannya sebagai nahkoda baru ingin meneruskan intruksi Bupati HL. Pathul Bahri agar bisa hadir menjawab harapan masyarakat.
Melalui motto ” Pelatihan OK kerja bisa ” menjadi acuan bagaimana BLK berbuat. Dijelaskan, makna OK berarti Opertunity dan Kompetensi yakni harus bisa melihat peluang atau kesempatan.
Setelah adanya peluang barulah disikapi dengan bekal kompetensi dengan memegang sertifikat sebagai legalitas dan standar kualitas kinerja agar diakui didunia lapangan kerja.
” Outputnya harus bisa memiliki behaviour plus, berlaku positif, inovasi, solusi dan ability, sehingga melahirkan tenaga terampil yang siap bekerja,” Ujar Dedet.
Menunjang itu semua, BLK punya tenaga sumber daya manusia yang memadai. Terdapat 21 instruktur handal profesional.
Selain mempersiapkan tenaga kerja lokal, objek pelatihan juga ditujukan bagi Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) ke luar negeri agar tidak melalui jalur ilegal mengurangi resiko negatif.
Khusus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika, tenaga lokal harus bisa bersaing terutama dibidang pariwisata.
” Kami sudah jalin kerjasama dengan asosiasi hotel mandalika dan HPI, dibidang penguasaan bahasa, terapis spa, tour guide dan lainnya,” tambah Dedet.
Melihat peluang dari geliat pembangunan diwilayah Selatan, langkah BLK juga siapkan tenaga konstruksi dan las supaya bisa mengisi peluang kerja di proyek-proyek strategis.
Selain itu, pihaknya juga gandeng Pemerintah Desa melalui pemanfaatan DD dalam memberi pelatihan pada warganya untuk menerbitkan sertifikat.
Kolaborasi lain juga diharap dapat bersinergi dengan NGO-NGO, perusahaan, BUMD, dan BUMN yang ada di Loteng melalui dana CSR dan penyerapan tenaga kerja.
Diungkapkan, tahun ini akan dilatih 540 orang dalam 15 jenis jurusan antara lain : Tataboga, instalasi listrik, teknik pendingin AC, menjahit, perawatan sepeda motor, baja ringan, komputer basic office, fitting structure ( las ), spa, jajan pasar, tour guide, english for frontliner, finishing tehnik semprot, desain grafis, dan satpam.
Hanya saja diakui saat ini masih terkendala insfrastruktur. Diketahui bangunan merupakan gedung lama yang dibangun tahun 1984. Kedepan, bisa berbenah agar SDM didukung sarana memadai.
Diterangkan, 3 tahun terakhir pendaftar ada 3.819 orang. Terserap 1.277 atau 40 persen sudah bekerja, baik di perusahaan atau membuka usaha mandiri. Tahun kemarin spa jadi jurusan favorit, semua peserta berhasil kerja sebanyak 32 org.
Mengatasi kemungkinan lulusan tidak terakomodir setelah pelatihan selesai. Akan diperbaiki dulu data basenya, agar BLK bisa intervensi menempatkan peserta langsung bekerja, tidak bingung cari sendiri. Diharapkan, semua pihak bisa jadi mitra, bukan hanya jadi beban Pemda saja karena menuju masa 5.0 ini adalah zamannya kolaborasi. Kepada masyarakat dihimbau segera daftar masuk di BLK, dijamin outputnya akan berkualitas dan berdaya guna. ( Irsyad )








