Bupati Lombok Tengah : Kades Jangan Gengsi Dan Malu Untuk Menimba Ilmu

Kades ” Karaoke Dan Studi Banding Tak Luput Disentil Abah Uhel

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT SH disela sela sambutan pidatonya saat melantik 17 Kepala Desa terpilih di Bencingah Adiguna Alun Alun Tastura Lapangan Muhajirin Kota Praya Kamis (21/1), mengkritik Kepala Desa agar bisa lebih berwawasan luas mau belajar dan utamakan pengabdian menjadi pelayan masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Abah Uhel tersebut mengatakan,” Dalam keterbukaan membangun desa diperlukan pikiran untuk mau belajar dari pengalaman orang lain. jangan gengsi atau jangan malu untuk menimba ilmu dari desa lainnya yang lebih maju dari desanya sendiri.

Misalnya kalau ada program studi banding bersama dengan para Camat, gunakan waktu dengan sebaik baiknya atau jangan disia siakan. “namun saya heran juga ya, tidak ada yang mau studi banding ke Papua tapi mereka maunya lebih sering ke Jakarta saja” sentil Bupati.
Walaupun mereka tidak studi banding ke Jakarta dan mau studi ke Bandung, tapi toh ujung ujungnya mereka melalui Jakarta juga,” ujar Abah Uhel.

Ada apa mereka harus tetap melalui Jakarta, padahal di Jakarta tidak ada kepala desa, namun mereka maunya studi banding ke Jakarta dan setelah di Jakarta mereka tidak fokus bertujuan menimba ilmu, namun merela hanya memikirkan mau main jalan jalan kemana nanti malamnya,” sindir Bupati disambut tawa riuh rendah dari para hadirin ditempat itu.

Lucunya,” sambung Abah Uhel, ada juga Kades sebelum jadi kepala desa tidak bisa bernyanyi sama sekali tapi setelah jadi kades ternyata dia lebih pintar bernyanyi karaoke ketimbang artis,” sindir Bupati.

Jadi pemimpin itu harus berwawasan luas, jangan jadi pemimpin seperti katak dalam tempurung yang tidak pernah melihat daerah luar dan merasa dirinya paling pintar atau paling hebat.

Studi banding tidak hanya pergi tamasya saja tapi bagaimana supaya kita bisa belajar dari daerah lain yang lebih maju dari daerah kita. Oleh karena itu Bupati berpesan mereka mereka studi banding kedaerah mereka harus menggunakan kesempatan itu sebaik mungkin bertujuan untuk membangun desa masing masing,” tutup Abah Uhel. (ntbexpose/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *