Photo : HL. Putria bersama Bu Ida Pengurus UMKM saat test food UMKM Loteng di Novotel Baru baru ini
Lalu Sahnul Yadi : PT. Sinar Rinjani Tambora prioritaskan UMKM yang eksis di Lombok Tengah bukan dari luar
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Pernyataan Hasan Masat selaku ketua LSM LESA DEMARKASI NTB di media ini yang menilai bahwa proyek Catering WSBK yang diduga akan dimonopoli pengusaha dari luar telah dibantah dan diklarifikasi oleh Lalu Sahnul Yadi selaku Humas PT. Sinar Rinjani Tambora. ” Hal itu tidak sepenuhnya benar, jadi perlu kami luruskan agar tidak menimbulkan persepsi berbeda ditengah masyarakat tentang kami perihal statement saudara Hasan Masat di media ini sebelumnya,” jelas Lalu Sahnul akrab disapa Mamik Enul ini.
” Justru dari pihak kami sebelumnya sudah melibatkan sekitar 40 an lebih UMKM yang eksistensinya di Lombok Tengah bukan dari luar.” UMKM di Lombok Tengah itu yang kita berdayakan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas produksinya, kata pria asal Desa Penujak Kecamatan Praya Barat ini.
Mengenai catering, hal ini sudah dilakukan kajian tentang menu standar dan kualitas yang dibutuhkan para tamu.
Tidak ada maksud pemerintah pusat maupun daerah untuk tidak melibatkan partisipasi masyarakat Lombok Tengah. Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan komunitas UMKM di Lombok Tengah untuk membicarakan hal ini,” kata Mamik Enul.
Adapun upaya yang telah kami lakukan beberapa waktu lalu di Hotel Novotel Coralia Lombok, kami sudah melakukan test food yang melibatkan puluhan UMKM UMKM tersebut dengan menghadirkan pihak pihak terkait yang berpengalaman dibidangnya, seperti team ahli gizi dan higienis dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Chief ternama, berpengalaman dan standar internasional serta team dokter dari Gracia hingga tenaga tenaga yang sudah tersertifikasi.
Untuk melakukan test food ini tidak main main dan sembarangan karena makanan yang akan disajikan kepada ribuan tamu ini nantinya harus benar benar berkualitas memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan harus berstandar internasional,” kata Lalu Sahnul.
Dijelaskan juga oleh bu Ida pengurus persatuan UMKM Lombok Tengah yang tinggal di Praya ini. Kami berterima kasih dengan kehadiran PT. Sinar Rinjani Tambora karena jauh jauh sebelumnya kami akan dilibatkan bersama sekitar 40 lebih UMKM UMKM di Lombok Tengah ini untuk ikut terlibat menyiapkan produk makanan dalam gawe WSBK ini,” ujar bu Ida guru SMKN 1 Pujut yang juga pernah mengajar tata boga di Poltekpar Lombok ini.
Hal yang sama juga dijelaskan oleh HL. Putria S.Pd M.Pd selaku tokoh masyarakat Pulau Lombok. HL. Putria yang berasal dari Desa Ketare Kecamatan Pujut ini juga menjelaskan. Apa yang dikatakan adinda Hasan Masat itu bagus sebagai saran dan masukan positif.
Maksud itu baik sebagai bentuk kecintaannya terhadap Kabupaten Lombok Tengah yang menginginkan agar pemberdayaan masyarakat harus dilakukan Pemerintah Pusat Provinsi maupun Kabupaten dengan melibatkan UMKM UMKM yang ada di Lombok Tengah dalam rangka mensukseskan WSBK guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini sudah dipikirkan sebelumnya oleh PT. Sinar Rinjani Tambora, kalau benar mereka melibatkan semua UMKM di Lombok Tengah, bukan dari luar Lombok Tengah. Kalaupun ada dari luar mungkin hanya beberapa saja yang memiliki keahlian dan spesifikasi khusus untuk sebuah persyaratan gelaran Internasional seperti WSBK atau sekelas MotoGP misalnya,” kata HL. Putria yang juga sebagai unsur penasehat dalam gelaran WSBK dan sebagai salah satu tokoh pariwisata Lombok Tengah.
Mantan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah yang dikenal dengan sebutan Datu Siledendeng ini juga mengatakan WSBK ini berdampak positif bagi iklim pariwisata kita, dimana pada masa pandemi ini kita butuh trust atau kepercayaan dan kerja keras semua pihak agar bersama sama mensukseskan gawe kelas dunia ini demi kemajuan daerah dalam rangka peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, oleh karena itu kami mengajak kita semua untuk bersama sama mensukseskan WSBK ini,” tutupnya. (ntbexpose/03)







