Setelah Dilantik Menjadi Kadispar Loteng H. Lendek Jayadi Diragukan Kemampuannya

NTB EXPOSE. Baru dilantik jadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. H. Lendek Jayadi sudah dikritisi oleh Ketua BAPERA (Barisan Pemuda  Nusantara) Kabupaten Lombok Tengah, Deni Sukria Sakti. Menurut Deni dalam press rilisnya kepada media Selasa 27/7 mengatakan.

Dirinya heran Kepala Dinas pariwisata Dan Kebudayaan Lombok Tengah dijabat oleh  Ketua Dewan Masjid Indonesia Loteng. Bagi saya ini agak aneh, pariwisata ini butuh orang yang paham dan betul-betul mau mengerti apa yang menjadi kebutuhan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah dibidang pariwisata.

Tidak hanya sekedar mengerti saja, tapi dibutuhkan orang yang berani membaur dengan dunia pariwisata yang sangat heterogen dengan berbagai ragam karakter dan budaya mancanegara, apa lagi di Lombok Tengah adalah kabupaten yang ketempatan sebagai sentralistik pariwisata di NTB, bahkan Indonesia berskala international.

” Terus terang saya meragukan kemampuan Kadispar karena bukan ahli dibidangnya, dan saya rasa tidak elok ketika seorang yang dijadikan panutan agama diterjunkan didunia yang begitu bebas.

karena dipariwisata mau tidak mau kita harus berbicara tentang miras, tentang dunia hiburan dan lain sebagainya, apakah Haji Lendek Jayadi sebagai kadispar akan mampu beradaptasi dengan dunia pariwisata global,” tanya Deni.

Kami berpendapat dengan diangkatnya H.Lendek Jayadi ini telah menstigmakan Lombok Tengah krisis SDM dibidang pariwisata atau apakah memang ada kepentingan lain pihak penguasa. Intinya kami meragukan kemampuannya apalagi sekarang kita sedang dibadapkan dengan masa masa sulit dan prihatin tentang pariwisata yang nyaris mati suri.

Saya yakin ASN Lombok Tengah tidak kekurangan SDM yang  mumpuni bisa diandalkan untuk menata dan membenahi Pariwisata Lombok Tengah tidak mesti seorang Lendek Jayadi yang basisnya adalah seorang pendidik yang tidak hanya berteori saja namun harus praktek karena ilmu pariwisata adalah ilmu terapan dan pengalaman yang sangat empiris dengan berbagai hal.

Diketahui Kadis Pariwisata sebelum H Lendek Jayadi adalah berbasis seorang guru dan tokoh budaya dan begitu juga Kadis Kadis sebelumnya yang menjabat adalah bukan orang yang ahli dibidangnya.(ntbexpose/03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *