Komisi 2 DPRD Lombok Tengah Sorot Pasar Renteng

H. Muhdan Rum : Kedepan Jangan Ada Main Geng Atau Preman Premanan

NTB EXPOSE. Lombok Tengah –  Keberadaan bangunan baru Pasar Renteng yang menelan anggaran dengan angka fantastis hingga mencapai ratusan milyar dan sudah diresmikan belum lama ini, dipertanyakan oleh H. Muhdan Rum Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Lombok Tengah Propinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam statementnya kepada awak media baru baru ini, Muhdan Rum mengatakan, mudah2an nantinya Pasar Renteng bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat oleh karena itu kedepan saya tidak mau melihat Pasar Renteng seperti Pasar Jelojok Kopang ditengarai ada yang main Geng Gengan atau Preman. Artinya jangan sampai di Pasar Renteng ada preman premanan,”tegas Muhdan Rum.

“Jujur saya Haji Muhdan Rum duduk di Komisi 2 DPRD Kabupaten Lombok Tengah mencium ada aroma tidak sedap terkait tata kelola yang akan dilakukan di Pasar Renteng. Hal ini saya ketahui setelah adanya informasi yang saya terima belakangan ini. Saya sudah mengincar orang yang dicurigai mau main Geng Gengan di pasar Renteng,” ungkap H. Muhdan.

Dikatakan Muhdan Rum, nantinya Disperindag harus jeli melakukan apa yang harus dilakukan di Pasar Renteng agar para pedagang bisa diatur tertib dan rapi. misalnya jualan emas sesama jualan emas atau sejenis berderet tertata rapi, jualan daging harus berderet dengan jualan daging, begitu juga jualan pakaian berderet rapi dengan yang sejenis, artinya, “jangan dicampuradukkan jualan yang satu dengan jualan lainnya menumpuk semrawut disatu tempat.

Jangan seperti pasar Jelojok Kopang jualan emas campur dengan jual beras, ada apa di balik semua itu,”cetus Muhdan Rum.
Diketahui dari penempatan los los toko itu tidak sederet artinya tidak seragam dalam satu deretan los toko yang ada dengan lainnya. Kalau sudah ada yang tumpang tindih dalam satu lokasi berarti ada yang tidak beres didalam dan ini harus diselesaikan,” tegas Muhdan.

Agar pasar Pasar Kopang menjadi tertib dan tidak semrawut kita sudah ingatkan UPT agar bisa ditata tertib dan rapi, namun UPT beralasan kalau tenaga keamanan dan kebersihan masih minim. Mudah2an nantinya Pasar Renteng harus beda dengan Pasar Kopang ” kata Muhdan. (ntbexpose/04)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *