Hadiri Car Free Day di Kota Praya Gubernur Ihtiarkan NTB Mall

NTB EXPOSE. Lombok Tengah. Car Free Day yang dipusatkan di Alun alun Lapangan Muhajirin kota Praya Minggu (17/1) dipadati warga masyarakat yang datang ke tempat itu. Acara yang diadakan oleh Pemda Loteng ini dihadiri oleh Gubernur NTB Dr H. Zulkieflimansyah.

Informasi yang dihimpun awak media, dalam sambutannya dihadapan HM. Suhaili FT SH Bupati Lombok Tengah, Plt. Sekda HL. Idham Halid S.Pd M.Pd dan jajarannya hingga para ibu ibu pengelola UMKM Lombok Tengah. Gubernur mengatakan dalam acara seperti ini kita harus tetap mengutamakan Protokol Kesehatan

Dikatakan Bang Zul sapaan akrab orang nomor satu di NTB ini, UMKM di Lombok Tengah cukup menjanjikan, terlintas saya mendengar akan dibuatkan Pergub untuk melindungi produk lokal kita di NTB karena kita sudah terbiasa membeli produk dari luar dan ini bukan persoalan Lombok Tengah saja tapi NTB dan Indonesia pada umumnya. kadang barang atau kebutuhan tersebut kita produksi di Indonesia pakai packaging Singapura lalu dipasarkan kemudian balik lagi untuk dijual ke Indonesia.

“Coba bayangkan, jika nanti saya sama pak Bupati punya semangat yang sama untuk majukan UMKM, semuanya akan kita libatkan, mulai dari penyelenggara hotel, motoGP, Superbike, Internasional event hingga menurut Menteri Pariwisata akan menyelenggarakan event di NTB atau di KEK Kuta Mandalika setiap pekan menjelang MotoGP,” kata Bang Zul.

Dijelaskannya, kenapa produk lokal jarang dipakai, itu disebabkan karena faktor kualitas dan segi harga yang kurang sesuai dibandingkan dengan yang dipasarkan para pemain besar. Sebelumnya kita pernah mencoba produk UMKM melalui program Jaring pengaman sosial NTB Gemilang, kita panggil dulu PPK, Polisi dan Jaksa supaya jangan dipertanyakan, kenapa Pemda membeli produk yang lebih mahal dengan kualitas yang lebih jelek dari luar daerah. Nah disini kita dapatkan pengalaman yang namanya cost of learn atau biaya pembelajaran, agar kita didaerah sendiri bisa menyiapkan semua itu lebih baik lagi kedepan agar tidak terlalu bergantung dengan produk produk dari luar daerah.

Oleh karena itu secara bertahap harus mulai dipikirkan di Dinas Dinas atau disetiap SKPD kita untuk mulai menghidangkan produk produk lokal, karena seperti biasanya Dinas Dinas itu maunya gampang saja, ” sindir Gubernur.

Namun hal itu bisa dipahami karena Produk dari luar sudah ada pemainnya dan mungkin juga mereka itu temannya orang Dinas, kadang kadang mereka diiming iming dapat fee atau komisi, hadiah dan lain sebagainya. Pola seperti ini harus dirubah pelan pelan,” ungkap Bang Zul.

Dijelaskan, kenapa harga minyak goreng dari luar lebih mahal, mungkin itu wajar karena tidak mungkin ibu ibu yang produksi minyak goreng hanya 10 sampai 20 botol bisa dibandingkan harganya dengan harga jual produsen minyak goreng yang mengelola kebun kelapa sawit ribuan hektar tentu mereka akan jual lebih murah, namun kalau ada keberpihakan tentu tidak apa apa harganya sedikit lebih mahal dengan kualitas yang ada dibawah, namun ini akan bisa mempekerjakan masyarakat.

Nah ! semangat tersebut harus datang dari Gubernur Bupati dan Sekda dan sekda harus nih ! pelototi terus SKPD SKPD yang ada agar selalu menggunakan produk lokal atau produk kita,” karena kalau bukan kita yang memulai lalu siapa yang akan memulai terlebih dahulu kata Bang Zul mengingatkan.

Gubernur mengatakan, Saat ini kita akan mulai berihtiar untuk mengadakan wadah untuk UKM semacam Mall untuk menampung produk UKM yang akan kita namakan NTB Mall, jadi UKM UKM yang kecil kecil ini bisa memasarkan produknya di NTB Mall dan mudah2an nanti NTB Mall ada juga di Lombok Tengah,” harapnya.

Kedepan kadis di Kabupaten Lombok Tengah harus bisa bersinergi dengan kadis kadis Kabupaten Kota yang ada di Propinsi NTB ini.  Hal ini penting untuk dikakukan karena kalau sudah ada NTB Mall di Lombok Tengah, semua produk produk UKM bisa diambil dulu oleh Pemerintah Lombok Tengah agar produk  produk UKM tersebut bisa didistribusikan oleh NTB Mall atau oleh Bumdes kita.

Kalau ada kekurangan dari UKM UKM ini mereka harus dibantu pendampingan permodalan dan lain sebagainya, jika sudah mantab betul, baru kita minta Dinas Perdagangan Kabupaten dan Propinsi untuk menghidangkan produk produk lokal kita ke Jawa Barat DKI Jakarta ke Jawa Timur dan daerah daerah lainnya,” kata Bang Zul.(ntbexpose/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *