Heboh ! Puluhan Mahasiswa Geruduk Baznas Lobar Tuntut Hal Ini

NTB EXPOSE. Lombok Barat- Sekitar 25 orang mahasiswa/i berasal dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Front Mahasiswa Lombok Barat ( FM Lobar ), ramai-ramai geruduk kantor Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas ) Lobar pada rabu ( 13/07 ).

Bukan untuk demo atau buat gaduh, kedatangan mereka ternyata untuk menyerahkan berkas proposal pengajuan beasiswa pendidikan, salah satu program yang dicanangkan oleh Baznas.

TGH M Taisir Al-Azhar, Lc, MA atau kerap disebut TGT ( Tuan Guru Taisir ) selaku Ketua Baznas Lobar sambut hangat iktikad baik para mahasiswa.

” Di Baznas ada 5 stresing bantuan, ya  salah satunya untuk pendidikan, guna mendukung mahasiswa berprestasi namun tergolong tidak mampu menyelesaikan studinya, ” ungkap TGT.

Item lain, menyasar bidang kesehatan berupa bantuan biaya berobat, bidang kesejahteraan yang bersifat konsumtif seperti pembagian sembako dibulan ramadhan dan pemberian modal bagi pengusaha kecil bersifat produktif. Ada lagi bantuan kemanusiaan ketika terjadi bencana. Terakhir untuk dakwah dan advokasi.

Terkait tuntutan mahasiswa, TGT pastinya bersikap wellcome. Namun agar tepat sasaran. Sesuai aturan berlaku, mahasiswa diarahkan bawa proposal masing-masing tanpa dititip atau dikumpulkan oleh satu pihak yang mengkoordinir, mencegah terjadi ketimpangan.

” Baznas terkesan gudang uang, kami sangat antisipasi kemungkinan adanya mafia proposal, jadi ladang usaha bagi segelintir oknum tertentu manfaatkan peluang bermain melalui proposal fiktif demi meraih keuntungan, ” beber Tuan Guru jebolan universitas ternama di Mesir ini.

Dikesempatan itu, TGT sekaligus semprot semangat dan beri saran motivasi agar mahasiswa senantiasa terus belajar dan belajar. Tetap konsisten berjalan di rel yang sudah dilalui yang akan mengantar sampai ke tujuan. If there is a will there is a way. Boleh punya idealisme terkait organisasi atau politik dan lainnya tapi tugas utama adalah belajar.

Dipaparkan, dana yang diperoleh berjumlah 1 juta rupiah bagi jenjang S1, S2 senilai 2 juta 500 ribu rupiah dan S3 sebesar 5 juta rupiah.

” Mereka bisa klaim sekali setahun, asal IPK nya tidak kurang dari 3, ” imbuhnya.

Ia berpesan agar dana yang didapat dipergunakan sebagaimana mestinya wujud tanggung jawab bersama pada yang Maha Kuasa.

Bukhori, salah seorang mahasiswa mengaku sangat terbantu, ia dan teman-teman sampaikan ucapan terimakasih seraya berdo’a agar Baznas tetap berlaku amanah dan istiqomah dalam menjalankan peranan.

Kemudian, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan, pelayanan, serta dedikasi ke masyarakat. Lembaga utama yang sedianya dibentuk mensejahterakan umat tersebut, menegaskan, pihaknya melakukan open managemen atau transparansi publik agar semua orang bisa mengakses informasi mengenai Baznas dengan leluasa. Baik itu program, kegiatan, sumber serapan zakat, anggaran yang terkumpul sampai penyalurannya.

” Kami harus amanah, tidak ingin ada dana mengendap di rekening Baznas, bila perlu berapa jumlah yang masuk langsung kita distribusikan tanpa sisa,” pungkasnya.

Sesuai atensi Bupati, kedepan, ditargetkan Baznas dapat menyerap 10 milyar per tahun walaupun diprediksi miliki potensi capai 15 milyar namun berjalan secara bertahap.

Untuk merealisasikannya, Baznas terus berusaha sosialisasi dan edukasi maksimal terhadap semua kalangan tentang kesadaran wajib zakat, baik dilingkup pemerintahan dan swasta sampai ditingkat Desa, sebagai langkah persuasif.

” Zakat harus dihitung, kalau sedekah jangan hitung- hitung,” serunya.

Dihimbau, bagi para wajib zakat agar menaruh kepercayaan pada Baznas, karena jelas legalitasnya, resmi diakui pemerintah dan mendapat pengawasan ketat dari tim audit internal dan syariah oleh Kemenag. (irsyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *