Wabup Loteng Turun Langsung ke Penujak Pastikan Anak Stunting Tetangani dan Program Ayam Petelur Berjalan Untuk Ketahanan Gizi Keluarga

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH -Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Lombok Tengah terus dilakukan dengan pendekatan yang tidak konvensional. Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah,S.Sos.,M.Si., turun langsung ke Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Rabu (15/7/2026), untuk meninjau anak dengan risiko stunting sekaligus memastikan program bantuan ayam petelur bagi keluarga miskin berjalan optimal.

Langkah ini menegaskan visi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan medis semata, melainkan harus diurai secara komprehensif melalui integrasi antara kesehatan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Dalam kunjungannya yang penuh empati, Dr. Nursiah menyambangi langsung kediaman keluarga penerima manfaat. Dengan dialog yang humanis, ia menggali secara mendalam kondisi kesehatan anak, pola asuh yang diterapkan orang tua, asupan gizi harian, hingga tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi keluarga di lapangan.

Ia secara khusus berpesan agar para orang tua lebih memperhatikan pemenuhan gizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan sebagai fondasi kesehatan, serta tidak segan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di posyandu dan puskesmas.

“Stunting adalah persoalan masa depan generasi kita. Penanganannya membutuhkan kolaborasi dan gotong royong. Pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu sebagai garda terdepan, pemerintah desa, dan masyarakat harus bergerak dalam satu irama yang sama,” ujar Wabup di sela kunjungannya.

Menurutnya, setiap anak di Lombok Tengah berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara optimal sebagai penerus pembangunan daerah.

Tidak berhenti pada aspek kesehatan, Wabup kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi penerima program bantuan ayam petelur. Program ini menjadi bukti kecerdasan kebijakan Pemkab Loteng dalam memadukan program sosial dengan penguatan ekonomi produktif.

Melalui program ini, keluarga miskin tidak hanya diberi bantuan konsumtif, tetapi dibekali aset produktif. Dari kandang mereka sendiri, mereka bisa memperoleh sumber protein hewani berkualitas setiap hari berupa telur, sekaligus membuka peluang pendapatan baru dari hasil penjualan telur.

“Paradigma kita harus berubah. Pemerintah tidak hanya hadir untuk memberi bantuan, tetapi untuk melahirkan kemandirian. Program ayam petelur ini adalah ikhtiar nyata untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dari hulu, meningkatkan ekonomi rakyat, dan pada saat yang sama menjadi solusi konkret pencegahan stunting melalui pemenuhan protein hewani secara mandiri,” tegas Dr. HM Nursiah.

Ia berharap bantuan tersebut dijaga, dirawat, dan dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak berhenti sesaat, melainkan menjadi investasi jangka panjang bagi ketahanan keluarga.

Kunjungan terpadu ini menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam membangun manusia seutuhnya: sehat raganya, kuat ekonominya, dan mandiri keluarganya.(*/Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *