Poltekpar Lombok Dokumentasikan Sejarah dan Budaya Wayang Sasak di Desa Puyung

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional Wayang Sasak terus dilakukan di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satunya melalui kerja sama antara Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dengan Pemerintah Desa Puyung.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan dan pendokumentasian sejarah serta budaya Wayang Sasak yang berkembang di Desa Puyung. Dokumentasi itu diharapkan tidak hanya menjadi arsip budaya, tetapi juga dapat mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis budaya.

Direktur Poltekpar Lombok melalui bagian Tata Usaha (TU) bernama Dora membenarkan adanya kerja sama tersebut saat dikonfirmasi Media ini melalui WhatsApp, Jumat (11/9/2026).

“Benar Pak, Politeknik Pariwisata Lombok telah melakukan kerja sama (MoU) dengan Pemerintah Desa Puyung dalam pengembangan serta pendokumentasian sejarah dan budaya Wayang Sasak,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Poltekpar Lombok mengerjakan proyek akhir yang berlangsung sejak Februari hingga Agustus 2024. Proses tersebut dilakukan melalui pengumpulan dan validasi informasi mengenai sejarah, tokoh, cerita, serta nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan Wayang Sasak di Desa Puyung.

Informasi dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari dalang Wayang Sasak, pemerhati atau pamong budaya, hingga masyarakat yang menjadi bagian dari penikmat pertunjukan Wayang Sasak.

Salah satu hasil dari proses tersebut adalah Guidebook Wayang Puyung. Buku ini memuat berbagai informasi, antara lain sejarah Wayang Sasak, fungsi dan perannya dalam masyarakat, pengenalan tokoh-tokoh utama, proses pembuatan wayang, hingga aspek pertunjukan.

Guidebook tersebut juga dilengkapi materi mengenai teknik kepemanduan sehingga dapat digunakan sebagai referensi bagi pemandu wisata ketika menjelaskan Wayang Sasak kepada wisatawan.

Tidak berhenti dalam bentuk cetak, dokumentasi tersebut juga dikembangkan secara digital agar dapat diakses secara lebih praktis. Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung paket wisata edukasi Wayang Sasak di Desa Puyung.

Sementara itu, Kepala Desa Puyung, Farhan Hadi, S.E., membenarkan bahwa Pemerintah Desa Puyung telah menjalin kerja sama dengan Poltekpar Lombok. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa Poltekpar turut membantu Desa Puyung dalam membukukan sejarah Wayang Sasak yang ada di wilayah tersebut.

“Teman-teman mahasiswa Poltekpar sudah membukukan history-nya. Termasuk kita sudah bukukan, jadi ada bukunya untuk guide tour,” kata Farhan.

Ia menambahkan, dokumentasi mengenai Wayang Sasak tersebut juga telah dikembangkan dalam bentuk elektronik dan dapat diakses melalui website Desa Puyung.

Bagi Pemerintah Desa Puyung, dokumentasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga pengetahuan tentang Wayang Sasak sekaligus memperkuat potensi desa sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Dengan adanya dokumentasi dalam bentuk buku dan digital, sejarah, karakter, cerita, serta nilai budaya Wayang Sasak diharapkan dapat terus dipelajari dan dikenalkan kepada generasi muda maupun wisatawan yang berkunjung ke Desa Puyung.(Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *