Berbasis Ekonomi Kreatif, Desa Penujak yang strategis dekat Bandara dan KEK Mandalika diharapkan jadi destinasi wisata edukasi gerabah yang menghidupkan UMKM.
Pesona ekonomi kreatif asli Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Kali ini giliran gerabah handmade dari Dusun Tokek Adong, Desa Wisata Penujak, Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah yang membuat satu keluarga bule asal Spanyol takjub.
Kekaguman itu mereka abadikan dalam konten TikTok bernama Cris Desdeotraorilla yang kini viral ke berbagai penjuru dunia. Baru baru ini dalam video tersebut terlihat jelas bagaimana para pengrajin di Penujak membentuk tanah liat menjadi karya seni hanya dengan tangan, tanpa mesin.
Yang paling menyentuh, proses ekonomi kreatif ini sudah dimulai sejak usia dini. Anak-anak di Dusun Tokek Adong tampak piawai membantu orang tua mereka. Sejak kecil mereka sudah dididik menjadi pelaku Ekraf yang handal. Tradisi turun-temurun ini menjadi identitas sekaligus modal utama ekonomi kreatif masyarakat Penujak.
Dalam tayangan itu, si bule bersama anaknya yang masih kecil terlihat sangat serius memperhatikan setiap tahapan pembuatan gerabah. Tidak hanya menonton, mereka ikut belajar langsung, menguleni tanah liat, dan membentuk gerabah bersama anak-anak kampung. Wajah cerah dan tawa bahagia mereka menunjukkan betapa berkesannya pengalaman Ekraf berbasis budaya itu.
“Produk gerabah Desa Penujak sudah dikenal sampai mancanegara. Ini bukti bahwa ekonomi kreatif berbasis local wisdom atau kearifan lokal kita punya daya saing global,” ujar salah satu warga setempat.
Potensi Ekraf Besar, Perlu Dukungan dan bukan tanpa bukti nama Desa Penujak memang sudah lama dikenal sebagai sentra ekonomi kreatif gerabah dengan motif khas Sasak. Keunikan motif, kekuatan bahan, dan proses pembuatan 100% manual membuat produknya memiliki nilai tambah tinggi hingga menembus pasar ekspor.
Letaknya juga sangat strategis untuk pengembangan Ekraf. Desa Penujak tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok dan dilintasi jalur wisata menuju KEK Mandalika hingga Pantai Selong Blanak yang terkenal keindahannya.
Dengan posisi se-strategis ini, Penujak punya peluang besar menjadi destinasi unggulan. Pariwisata ekonomi kreatifnya hidup juga. Bukan hanya wisata pantai dan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika, tapi juga wisata budaya, edukasi, dan workshop membuat gerabah.
Agar sektor Ekraf ini kembali berjaya, warga berharap ada dukungan nyata dari pemerintah dan stakeholder. Beberapa yang paling dibutuhkan
Pelatihan desain dan branding Ekraf, agar motif lebih variatif dan punya nilai jual tinggi. Kemudian bantuan permodalan dan pemasaran digital untuk UMKM gerabah go online dan ekspor.
Standarisasi kualitas ekspor sesuai kebutuhan pasar global, hingga pembangunan pusat oleh-oleh dan galeri Ekraf yang representatif di desa
Selain itu peran aktif Dinas Perindustrian, Koperasi, Pariwisata, dan Bekraf daerah Lombok Tengah sangat dinantikan untuk menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di Penujak.
Bagi warga Penujak mereka ingin menghidupkan UMKM Lewat Ekonomi Kreatif melalui kerajinan gerabah. Gerabah bukan sekadar souvenir. Gerabah adalah tulang punggung ekonomi kreatif desa. Mengembangkan sektor Ekraf ini berarti menghidupkan UMKM, membuka lapangan kerja baru bagi pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diketahui promosi gratis dari konten kreator asing seperti keluarga bule Spanyol ini menjadi bukti bahwa produk Ekraf Penujak bisa bersaing. Kini tinggal bagaimana pemerintah, komunitas kreatif, dan masyarakat bersinergi menjaga kualitas, melestarikan tradisi, sekaligus mengemasnya menjadi pengalaman wisata Ekraf yang menarik.
Bayangkan, wisatawan bisa langsung ikut workshop membuat gerabah bersama anak-anak pengrajin di Dusun Tokek Adong, lalu membawa pulang hasil karyanya sendiri. Itu produk ekonomi kreatif yang punya cerita.
Diketahui Desa Wisata Penujak punya semua modal Ekraf, produk unggulan, SDM pengrajin, lokasi strategis, dan narasi budaya yang kuat. Saatnya kita bersama-sama mengangkatnya, agar gerabah Penujak tidak hanya dikenal, tapi juga menjadi ikon baru ekonomi kreatif dan pariwisata kerajinan Lombok.(*/Rd)


