NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH —Halaman Kantor Bupati Lombok Tengah pada Kamis (15/10/2026) menjelma menjadi panggung sejarah. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah berlangsung dengan penuh kemeriahan, berlangsung aman, kondusif, dan sarat makna. Para tamu undangan dari berbagai kalangan nampak hadiri upacara Sakral Lombok Tengah tersebut diantaranya Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Propinsi NTB jajaran Forkopimda kabupaten maupun Propinsi, para kepala daerah di 10 Kota / kabupaten jajaran eksekutif legislatif hingga ratusan tamu undangan lainnya turut memadati acara yang diikuti ribuan peserta yang berbaur dengan masyarakat di kawasan kantor bupati Lombok Tengah tersebut.
Namun di balik gegap gempita perayaan tersebut, ada narasi yang lebih dalam dan berkarisma yang mencuri perhatian seluruh peserta apel, rekam jejak kepemimpinan H. Lalu Pathul Bahri S.IP., M.AP dan Dr. H. M. Nursiah S.Sos M.Si., sebagai arsitek kemajuan daerah telah dipaparkan beliau.
Dalam pemaparan tersebut dikatakan, bahwa momentum HUT ke-81 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi cermin perjalanan panjang, refleksi capaian, sekaligus proyeksi masa depan. Dalam rangkaian apel yang khidmat, paparan sejarah singkat kepemimpinan dan pembangunan Lombok Tengah disajikan dengan runtut. Seluruh peserta menyimak dengan penuh antusias, menelusuri lorong waktu pembangunan sejak periode 2021 hingga peta jalan kebijakan 2025–2029.
Pada periode pertama kepemimpinan Pathul-Nursiah, Lombok Tengah berlabuh pada sebuah visi besar yang penuh filosofi. BERIMAN, Sejahtera, Bermutu, Maju, dan Berbudaya, atau yang lebih akrab disebut dengan slogan ” Bersatu Jaya “. Visi tersebut bukan sekadar jargon.
Ia menjadi fondasi ideologis yang diterjemahkan ke dalam kerja-kerja nyata di berbagai sektor, mulai dari penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga ikhtiar tanpa henti dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu capaian yang paling mencolok adalah di sektor pertumbuhan ekonomi. Data resmi yang dipaparkan menunjukkan, pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Lombok Tengah tercatat mencapai 4,87 persen. Angka ini dengan gagah melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di angka 3,22 persen. Sebuah lompatan yang menegaskan bahwa Lombok Tengah tidak hanya tumbuh, tetapi tumbuh lebih cepat dan lebih tangguh.
Di sisi kesejahteraan sosial, potret kemajuan itu semakin terang. Angka kemiskinan yang pada tahun 2020 masih berada di angka 14,44 persen, berhasil ditekan secara signifikan menjadi 10,68 persen pada tahun 2025. Penurunan hampir 4 persen ini adalah bukti kerja keras yang terukur, menjadi indikator paling jujur tentang membaiknya kondisi sosial ekonomi masyarakat Lombok Tengah.
Sementara itu, dari aspek tata kelola pemerintahan, Lombok Tengah mencatatkan prestasi yang luar biasa dan langka. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 14 tahun berturut-turut, yakni pada periode 2012–2026. Ini adalah mahkota akuntabilitas, simbol dari pengelolaan keuangan daerah yang transparan, bersih, dan penuh tanggung jawab.
Memasuki periode kepemimpinan 2025–2029, pasangan Pathul-Nursiah tidak berhenti pada euforia capaian. Mereka melanjutkan estafet pembangunan dengan visi yang lebih membumi dan visioner, MASMIRAH — Mewujudkan Masyarakat Lombok Tengah yang Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Harmonis.
Visi Masmirah menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi menyentuh dimensi yang lebih hakiki, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan yang berkeadilan, penguatan budaya, dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, terdapat lima fokus utama yang menjadi kompas pembangunan.
Pertama, meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
Kedua, mentransformasikan pelayanan publik agar semakin profesional, inklusif, dan berbasis teknologi, memangkas birokrasi yang berbelit menjadi pelayanan yang cepat dan humanis.
Ketiga, memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan ekonomi hijau, ekonomi biru, serta ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan mampu membuka peluang kesejahteraan seluas-luasnya bagi masyarakat.
Keempat, mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas dan mengurangi kesenjangan antarwilayah, dari kota hingga ke pelosok desa.
Kelima, memperkuat nilai-nilai akhlakul karimah serta melestarikan budaya luhur sebagai fondasi identitas dan keharmonisan masyarakat Lombok Tengah.
Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menegaskan satu filosofi penting yang penuh kharisma, bahwa pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya infrastruktur fisik yang berhasil dibangun, melainkan dari seberapa besar pembangunan itu mampu menghadirkan kemandirian, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakatnya.(*/Rd)






