NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui kerja sama berbagai pihak menggelar Pelatihan Instruktur Senam Kebugaran Lansia dan Pralansia Indonesia (KLPI) Tahun 2026. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Ketua DPD KLPI Nusa Tenggara Barat (diwakili Wakil Ketua I), Ketua KLPI Lombok Tengah Hj. Winarsih Nursiah, S.Pd., perwakilan PGRI, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, serta perwakilan KORMI NTB dan KORMI Lombok Tengah.
Sebanyak puluhan peserta mengikuti pelatihan ini, yang berasal dari 29 puskesmas di Lombok Tengah, komunitas Wanita Peduli Lingkungan (WPL) Kelurahan Praya sebanyak 7 orang, serta para pegiat olahraga masyarakat.
Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan agar lansia dan pralansia mendapatkan perhatian yang lebih serius, khususnya dalam hal kesehatan dan aktivitas fisik yang tepat. Selama ini, masih banyak kegiatan senam yang belum menyesuaikan dengan kondisi fisik lansia, sehingga diperlukan pelatihan khusus bagi instruktur.
Sementara itu, Ketua KLPI Lombok Tengah, Hj. Winarsih Nursiah, menjelaskan bahwa organisasi KLPI di Lombok Tengah baru terbentuk pada tahun 2025 dan telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti peringatan Hari Lansia pada Mei 2025 di Pendopo Wakil Bupati yang dirangkaikan dengan bakti sosial, senam bersama, serta pemeriksaan kesehatan bekerja sama dengan RS Cahaya Medika, Baznas, dan Dinas Kesehatan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mencetak instruktur yang kompeten di seluruh wilayah puskesmas, meningkatkan kualitas hidup lansia dan pralansia, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dan menghadirkan instruktur serta pelatih bersertifikat nasional dari DPD KLPI Provinsi NTB. Para peserta dibekali pemahaman tentang gerakan senam yang aman dan sesuai bagi lansia, agar tidak menimbulkan risiko cedera.
Ke depan, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan lomba senam lansia tingkat Lombok Tengah yang diikuti oleh masing-masing puskesmas. Puncak kegiatan direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Lansia pada 29 Mei 2026, sekaligus pengumuman pemenang lomba.
Wakil Bupati Lombok Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa senam merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan.
“Senam menjadi salah satu penentu kesehatan kita. Jika keluarga sehat, maka akan tercipta kesejahteraan. Mari kita terus hidup sehat, menjaga kesehatan, dan tetap tersenyum,” ujar Dr. Nursiah.
Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dan berharap ilmu yang didapat dapat diterapkan di wilayah masing-masing sehingga senam lansia semakin memasyarakat.
“Pelatihan ini sangat penting untuk kesehatan keluarga kita di Lombok Tengah. Saya harap peserta tetap semangat dan mampu mengembangkan kegiatan ini di tengah masyarakat,” tutupnya.(*/Ntbexpose/3)












