NTB EXPOSE. Lombok Tengah— Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah resmi membuka program magang petani muda di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bondjor Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program DAK nonfisik Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam bidang pertanian, khususnya teknik polinasi cabai.
Program ini berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 4 September 2025 dan dijadwalkan berakhir pada awal Desember. Peserta magang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Jonggat dan dipilih melalui sistem CPCL ( Calon Petani Calon Lokasi ) yang diajukan oleh UPT Dinas Pertanian di masing-masing kecamatan,” hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Baiq Tri Widia Kartini, kepada wartawan Selasa (4/11) kemarin.
Dikatakannya,” pemilihan lokasi P4S Bondjor didasarkan pada verifikasi data dan kesiapan fasilitas pelatihan, “Kami memilih P4S Bondjor karena sudah terverifikasi dan memiliki kapasitas pelatihan mandiri. Mereka mampu melatih peserta secara langsung dengan metode yang efektif,” ujar Baiq Tri.
Ia juga menjelaskan, adapun tema pelatihan kali ini adalah polinasi cabai, mengingat cabai merupakan komoditas hortikultura yang berkontribusi besar terhadap inflasi nasional. Melalui pelatihan ini, peserta diajarkan teknik polinasi manual, pengamatan bunga siap polinasi, serta pengaruh polinasi terhadap produktivitas tanaman.
“Kami ingin menanamkan semangat bertani kepada generasi muda. Polinasi cabai ini bukan hanya teknik, tapi juga peluang bisnis yang menjanjikan,” tambahnya.
P4S diberi keleluasaan dalam memilih pemateri karena sifatnya swadaya dan mandiri. Pemerintah berharap, setelah program ini selesai, kegiatan di P4S tetap berlanjut dan peserta yang telah dilatih dapat menjadi pelatih di tempat lain.
“Harapan kami, program ini tidak berhenti setelah tiga bulan. P4S harus tetap hidup dan berkembang, serta menjadi pusat pembelajaran yang berkelanjutan bagi petani lokal.
Lebih jauh dikatakannya, program ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian petani muda dan memperkuat ketahanan pangan lokal melalui inovasi budidaya cabai,” imbuhnya. (Galih/*)






