NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Pada acara penutupan ujian kenaikan tingkat Gashuku Nasional Wilayah IV yang ketiga tahun 2025, Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia yang diadakan di Aula Hotel SMKN 1 Praya Lombok Tengah, menurut Wakil Ketua Umum 1 PERKEMI NTB Dr. I Ketut Sudira SH, MH. kegiatan ini dibentuk dan dirancang untuk membangun kegiatan olahraga yang kita gagas untuk kepentingan NTB, tetapi karena potensi Lombok Tengah ini di NTB cukup besar maka ini kita mulai dari Lombok Tengah,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Sudira, sukses event ini tidak lepas dari atensi para pemimpin daerah di Lombok Tengah ini sangat besar terhadap olahraga beladiri Kempo, dan Kempo ini salah satu modulnya adalah meningkatkan disiplin setiap anggotanya. Jadi tingkat disiplin ini adalah sebagai salah satu modal pembangunan manusia, terutama di Lombok Tengah, itu sebabnya atas dukungan pemerintah daerah selama ini maka kita adakan kenaikan tingkat sampai dengan 2 DAN hingga kepada legitimasi sertifikasi pelatih, karena berdasarkan Undang-Undang Keolahragaan, seorang pelatih harus punya sertifikat, kemudian sertifikasi pelatih, sertifikasi penguji dan sertifikasi wasit, dengan acara ini itu semua sudah lengkap kita kemas dalam event yang kita gelar sekarang ini.
Diungkapkan Sudira, kegiatan empat event dipadukan jadi satu seperti yang diadakan PERKEMI Lombok Tengah ini sebenarnya jarang dilaksanakan di Indonesia. Oleh karena itu perhatian yang sangat besar dari Pengurus besar PERKEMI Pusat di Jakarta, kita diberikan keistimewaan untuk melaksanakan atau mengikuti empat event sekaligus, walaupun cukup melelahkan selama 4 hari berturut-turut, ini yang kita mulai dari hari Kamis sampai hari Minggu, namun yang patut kita syukuri semua kita lalui dengan happy ending yang cukup bagus,” kata Sudira.
Lebih jauh ia mengatakan, diharapkan nantinya para pelatih ini dapat menularkan ilmunya kepada anak-anak kita di NTB terutama di Lombok Tengah, untuk menjadi manusia manusia yang berdisiplin, jujur dan berdedikasi tinggi.
Adapun target kita kedepan setelah selesainya acara ini, diketahui selama ini di NTB, Kempo ini merupakan olahraga beladiri unggulan seperti sebelumnya seperti di PON Aceh itu kita mendapat 4 medali emas yang pesertanya dari Lombok Tengah, Lombok Timur dan Mataram, ada yang beregu dan perorangan,” kata Sudira.
Oleh karena itu untuk menyongsong Pekan Olahraga Nasional 2028 mendatang, maka dari sekarang kita semarakkan, kedepan untuk target medali tetap kita harapkan.
Dikatakan Sudira, dalam waktu dekat kita akan memberangkatkan atlet ke Kudus Jawa Tengah dalam rangka PON Beladiri, kita berangkatkan generasi kedua, sedangkan atlet PON dulu yang mendapatkan medali emas untuk sementara tidak kita berangkatkan dengan alasan regenerasi, maka kita naikan generasi yang kedua untuk mencari pengalaman, karena eventnya tidak seperti PON biasa,” ungkap Sudira.
Harapan saya kepada atlet Kempo NTB khususnya di Lombok Tengah, diketahui Lombok Tengah merupakan lumbungnya atlet sejak dulu sampai sekarang, cuma ada pasang surutnya sesuai dengan perkembangan masyarakat juga, oleh karena itu dengan sertifikasi atau pelatihan ini, kita akan membangun metode metode baru supaya peminatnya semakin banyak, tidak seperti sebelumnya yang itu-itu saja.
Lebih jauh Sudira mengatakan, kami bersyukur dan mengapresiasi acara ini bisa terlaksana berkat HL. Ramdan S.Ag sebagai ketua PERKEMI Lombok Tengah yang baru beserta jajaran pengurusnya, beliau sangat antusias dan tahun-tahun kedepan beliau sudah siap ingin melalui pembangunan generasi muda ini melalui olahraga beladiri Kempo ini” imbuhnya. (Ntbexpose/04)







