Sukseskan Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional Bupati Lombok Tengah Panen Raya Padi di Gerunung Praya

HL. Pathul Bahri  : Kita bersyukur Kabupaten Lombok Tengah menyandang predikat penyangga pangan nasional 

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Guna mensukseskan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional khususnya di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat, Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri S.IP M.AP memperkuat program pusat tersebut dengan melaksanakan panen raya padi di Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya Lombok Tengah, hari Kamis (28/8/2025).

Pada acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten HL. Ramdan S.Ag yang diwakili oleh Ketua Komisi II L. Ahyar SE dan Ketua Komisi I Ahmad Samsul Hadi. Kemudian dari jajaran Forkopimda Lombok Tengah seperti Dandim Letkol Arm Karimmudin Rangkuti, Kajari Dr. Putri Ayu Wulandari SH. MH dan Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto S.IK, perwakilan dari Agro Solution PT Pupuk Kaltim, hingga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Ir. Mohammad Kamrin beserta jajarannya hingga ratusan masyarakat yang ikut memadati acara.

Acara sebelumnya dibuka bupati dimulai dengan panen padi bersama di area persawahan yang telah disiapkan menggunakan kendaraan Combain atau mesin panen modern yang canggih dan efektif.

Dalam keterangannya bupati mengatakan, upaya penanganan pertanian di Lombok tengah yang dihajatkan untuk masyarakat dengan luas lahan pertanian saat ini kurang lebih sekitar 1200 Ha secara menyeluruh di seluruh wilayah kabupaten Lombok Tengah.

Adapun hitungan luas lahan pertanian di wilayah Lombok Tengah menurut pemerintah pusat dengan kriteria sekitar 50 Ribu Ha, dengan asumsi penghasilan persatu hektar sekitar 6 sampai 7 ton produksi gabah kering dengan kalkulasi hitungan produksi sebesar 450 ribu ton gabah kering, itu lebih dari cukup untuk memberikan makan seluruh masyarakat Lombok Tengah, selebihnya beras kita bisa disuplai ke luar daerah seperti Bali, Jawa dan ke arah timur NTB.

Maka dengan capaian itu pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada 15 Kabupaten di Indonesia hingga di berikan predikat sebagai penyangga pangan nasional. Dari 15 Kabupaten tersebut salah satunya adalah Kabupaten Lombok Tengah,” kata bupati.

” Alhamdulillah belum lama ini kita mendapatkan predikat sebagai kabupaten penyangga pangan nasional dan saya sendiri langsung menghadiri penyerahan penghargaan dari Presiden RI beberapa waktu lalu,” aku bupati bangga.

Dikatakannya, kami bersyukur hari ini pemerintah pusat memberikan banyak perhatian seperti pupuk dan sarana prasarana lainnya, kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim Indonesia, kemudian kita berikan apresiasi kepada pemerintah pusat, selain pupuk hingga sarana prasaran lainnya kemudian alat mesin pertanian mereka sudah nyampai kepada petani, supaya produksi pangan kita semakin produktif dan bertambah.

Masih kata bupati, dengan adanya Oplah ( Optimalisasi Lahan ) sejumlah1000 Ha ditambah lagi sekitar 1500 Ha hingga menjadi 2500 Ha, hal tersebut dikarenakan ada kabupaten lain belum siap untuk mengerjakannya, maka dialihkan ke Kabupaten Lombok Tengah, sehingga kedepan pada musim tanam ke 2 ini diharapkan produksi padi kita semakin meningkat, karena dalam hitungan kita sebelumnya, lahan tersedia sekitar 5000 Ha ditambah lagi dengan oplah sekitar 2500 Ha maka cadangan padi atau beras kita akan bertambah. Hitungannya kalau bisa sampai 10 ton / Ha maka kedepan dimusim tanam ke 2 ini diperkirakan ada sekitar 25 ribu ton gabah kering yang akan dicadangkan, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Barat, dan umumnya untuk pemenuhan kebutuhan nasional.

Khusus untuk lokasi atau area lahan pertanian tersebut tersebar di beberapa kecamatan Lombok Tengah antara lain di Praya Barat, Pujut, Pringgarata dan dibeberapa kecamatan lainnya sebagai titik yang dihajatkan di lokasi berbeda, karena dipengaruhi beberapa faktor atau kondisi dilapangan, misalnya kita harus mensuplai atau mendistribusikan air, begitu juga dengan tandon penampung air harus dipikirkan. Selain itu juga harus berkontrak dengan pemuda-pemuda tani uang disebut Brigade Pangan, kemudian yang punya sawah atau pemilik lahan sebagai bosnya.  Adapun jenis atau varietas padi yang ditanam adalah jenis Impari 82 dengan estimasi produksi bisa menghasilkan sekitar 7 sampai 8 ton per hektar,” jelas bupati.

Seperti informasi yang dihimpun media, program pertanian kabupaten Lombok Tengah harus sejalan dengan visi misi Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi misi untuk meningkatkan kedaulatan pangan serta memajukan pertanian nasional melalui beberapa strategi, antara lain meningkatkan produktivitas pertanian.

Kemudian Pemerintah berencana meningkatkan produktivitas pertanian dengan mengoptimalkan lahan pertanian yang ada dan meningkatkan kualitas benih serta pupuk.

Selain itu juga Pemerintah akan mengembangkan Koperasi Pertanian. guna meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan akses ke pasar hingga meningkatkan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan pertanian, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.(Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *