Kadis Pertanian Loteng Bersyukur Anggaran Program Bidang Peternakan di Topang APBD

NTB EXPOSE. LOMBOK TENGAH – Berbagai program untuk mensejahterakan masyarakat petani dan peternak dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Lombok Tengah, salah-satunya dibidang peternakan dan kesehatan hewan untuk meningkatkan pendapatan melalui peternakan masyarakat, seperti sapi, kambing, kerbau, maupun unggas tetap diberikan pendampingan program oleh pemerintah,” ungkap Ir. Moh. Kamrin, Kepala Dinas Pertanian dan Keswan Lombok Tengah, kepada media baru-baru ini.

Untuk program di Bidang Peternakan anggaran yang dikelola Dinas,100 % berasal dari dana aspirasi, oleh karena itu kita bersyukur dana aspirasi ini bisa dialokasikan di bidang peternakan, karena kalau itu tidak ada, jelas tidak akan ada dana dari APBD Lombok Tengah yang dikelola guna melaksanakan program dalam meningkatkan peternakan masyarakat,” hajar Kamrin.

Dikatakannya, alokasi anggaran untuk tahun ini cukup besar dan bersumber dari pokok-pokok pikiran masyarakat dari DPRD. kita bersyukur juga aspirasi itu sangat sesuai dengan apa yang menjadi arah dan kebijakan pemerintah daerah untuk mendukung situasi secara nasional.

Dicontohkannya, untuk penyediaan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) misalnya, kebutuhan untuk ayam pedaging, telur, daging kambing, sapi dan lainnya itu sangat mendukung penyediaan stok untuk masyarakat, terutama yang kaitannya dengan penyediaan protein hewani.

Hal itu yang menjadi syukur kita, sambung Kamrin. Disamping itu memang ada juga dukungan dukungan anggaran dari aspirasi tersebut untuk peningkatan tekhnologi peternakan, seperti pengadaan alat pengolahan pakan ternak, ini untuk mengurangi beban petani ternak kita untuk bisa mengolah bahan baku peternakan untuk waktu yang cukup panjang, sehingga tidak mesti setiap hari pergi cari rumput yang menyita waktu mereka.

Konsep-konsep seperti ini yang harus terus kita kembangkan  untuk mendukung kelompok-kelompok ternak yang sudah eksis dan didukung dengan pokir-pokir DPRD untuk membantu masyarakat melalui alat-alat pengolahan pakan ternak.

Itu juga yang menjadi hasil diskusi kita bersama Komisi 2 DPRD Loteng ketika kita dipanggil, kita diskusi secara tekhnis, dan itu kita sampaikan mengenai persoalan pertanian peternakan itu, sehingga terjawab ketika kita menyampaikan dan mereka mengalokasikan anggaran guna mendukung penguatan pertanian peternakan kita di Lombok Tengah.

Lebih jauh Kamrin mengatakan, jumlah pengalokasian dana APBD di Dinas Pertanian untuk Peternakan tahun ini jumlahnya hampir 10 milyar dan itu bervariasi untuk perbaikan Kandang peternakan, pemberian bantuan untuk bibit, indukan dan pakan unggas, hingga berbagai jenis bantuan lainnya seperti sarana prasarana yang berkaitan  langsung dengan bidang peternakan, makanya populasi atau trend kita selamanya 2 tahun ini meningkat tahun 2023 dan 2024. DNA kenaikan ini kita tidak berbicara prosentasi tapi populasi.

Tahun 2025 ini untuk ayam petelur dan pedaging sampai satu juta ekor dimana itu semua telah tersebar di 12 kecamatan, secara kawasan wilayah yang lebih dominan atau yang lebih menonjol jika dibandingkan dengan kecamatan atau desa yang lain itu, salak satunya seperti di Desa Truwai Kecamatan Pujut misalnya, begitu juga di Kecamatan Janapria  sudah ada dan itu rata-rata terintegrasi dengan program MBG,”imbuhnya. (Ntbexpose/04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *