HL. Pathul Bahri S.IP Bupati Loteng : Edukasi perlu juga dilakukan di Yayasan Pondok Pesantren
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Angka Stunting yang melanda hampir di berbagai Kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Barat saat ini menjadi skala prioritas Pemerintah untuk ditekan. Hal tersebut penting dilakukan untuk terus meminimalisir angka stunting tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Tengah. Saat ini Pemerintah Daerah terus berupaya menurunkan grafik prevalensi atau penyebaran stunting yang diperkirakan semakin meluas jika tidak tertangani dengan baik.
Menanggapi persoalan tersebut seperti yang dikatakan HL. Pathul Bahri .SIP selaku Bupati Kabupaten Lombok Tengah. ” Pihaknya berupaya mencegah prevalensi stunting dengan menyasar calon pengantin dan pasangan remaja usia subur di wilayah Kabupaten yang dipimpinnya.
Dikatakan beliau, diseluruh sektor yang ada,” mari kita harus bergerak untuk menurunkan angka stunting dan ini harus lebih diperbanyak menyasar menuju ke Yayasan pondok-pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah, untuk diberikan materi edukasi lalu menyasar ke sekolah-sekolah lain, karena langkah antisipasitif berupa pencegahan itu jauh lebih penting dilakukan demi masa depan generasi-generasi yang akan datang,” jelas bupati.
Selain itu juga Pathul Bahri menyampaikan, melalui Sosialisasi Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Gizi dan Kesehatan Calon Pengantin dan Pasangan Usia Subur di Kabupaten Lombok Tengah, pihaknya juga telah menyiapkan sekolah untuk jenjang atau tingkat SMA, yakni SMA Taruna Nusantara guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Lombok Tengah. Untuk mewujudkan hal tersebut, “ kami telah menyiapkan sekitar 35 hektar tanah untuk SMA Taruna Nusantara di wilayah utara dan progresnya sudah mencapai 80 persen,”kata bupati.
Dari informasi yang dihimpun wartawan dari beberapa sumber diketahui, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka prevalensi stunting di NTB mencapai 32,7 persen. Angka ini naik sebesar 1,3 persen. Sementara itu, berdasarkan data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat elektronik (e-PPGBM) per Agustus 2022, tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Tengah berada pada angka 13,34 persen dengan entrian sebesar 97,4 persen. Hal ini tentu membuat Pemerintah daerah semakin bekerja keras minimalisir angka stunting tersebut.
Oleh karena itu Lalu Pathul berharap, prevalensi stunting di Kabupaten Lombok Tengah terus mengalami penurunan. Bupati juga menghimbau agar Survei Kesehatan Indonesia (SKI) harus dikawal karena data yang dirilis harus riil dan jelas, hal ini kita lakukan agar sinkronisasi data menjadi tepat dan benar serta bisa menjadi positif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Lombok Tengah,” tutup Lalu Pathul Bahri. (Ntbexpose/03)







