NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Baru baru ini sejumlah 40 pejabat pengawas dan kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Puskesmas di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dilantik dalam mutasi yang digelar pada hari Jumat ( 5/1/24 ) lalu. Mereka diharapkan untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat terutama dalam hal kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri S.IP kepada wartawan seminggu setelah pelantikan tersebut.
Bupati menekenkan agar pejabat yang sudah dilantik untuk lebih mengedepankan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, terutama bagi para pasien yang datang ke Puskesmas agar diberikan pelayanan yang ramah, kalaupun ada persyaratan yang belum lengkap diajukan oleh masyarakat maka pihak puskesmas diharapkan untuk mengarahkan masyarakat agar semua proses bisa dilalui dengan maksimal.
Dikatakan bupati, pejabat yang dilantik tersebut diharapkan terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya melalui kinerja terbaik mereka. Pembangunan kesehatan diarahkan dengan meningkatkan kemauan, kesadaran dan juga kemampuan hidup sehat bagi setiap orang. Maka bagi masyarakat yang datang ke Puskesmas lagi sekali saya tegaskan harus diberikan pelayanan yang terbaik,” tegas Pathul Bahri.
Tidak hanya itu, petugas diminta saat memberikan pelayanan harus ramah dan murah senyum, maka layani mereka dengan setulus hati. Selain itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerapkan transformasi kesehatan Indonesia yang merupakan sebuah inisasi yang dilakukan mencakup enam pilar transformasi diantaranya transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiyayaan kesehatan, SDM kesehatan dan tekhnologi kesehatan.
Pathul menegaskan, tidak hanya Puskesmas, Pustu dan Polindes, namun layanan kesehatan rujukan di Rumah Sakit Umum juga harus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat luas.
Dijelaskan bupati jika berbicara stunting,“ dari sisi program kita telah berhasil menurunkan angka stunting dari 20,81 persen menjadi 13,34 persen ditahun 2023 atau lebih rendah dari target Nasional tahun 2024 yaitu 14 persen. Begitu juga dengan angka kematian ibu dan kematian bayi telah terjadi penurunan yang signifikan,” terangnya.
Oleh karena itu bekerjasamalah dengan tenaga kesehatan yang lain yang sudah lebih dahulu bertugas. Selain itu, kesulitan – kesulitan yang akan ditemui dilapangan jangan jadikan sebagai suatu hambatan tetapi anggaplah sebagai suatu tantangan yang perlu diatasi,” tegasnya. Ia juga meminta kepada para pejabat yang sudah dilantik untuk menghormati adanya kearifan budaya lokal sehingga harus maksimal dalam berinteraksi dengan petugas atau aparat yang lain serta masyarakat disekitar tempat bertugas serta bekerja sesuai dengan kewenangan masing- masing perofesi dan memperhatikan standar- standar pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Lombok Tengah,” himbau bupati. (Ntbexpose/03)






