Lalu Jasmawadi : Bidang SDM Dispar Loteng Jangan semua Gue
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Eksistensi sebuah organisasi kepariwisataan para pegiat Desa wisata di Lombok Tengah, merupakan sebagai wadah yang bergerak di bidang peduli pariwisata dengan segala potensinya tidak boleh dikesampingkan, hal ini diungkapkan lalu Jasmawadi, Ketua Forum DEWI ( Desa Wisata ) Tastura kepada wartawan, Kamis (21/9).
Ia menjelaskan, desa desa yang tersemat sebagai desa wisata, tentunya akan memiliki multiplayer efect secara ekonomi dalam membangun pariwisata daerah jika dilibatkan secara keberlanjutan, artinya jika ada pelatihan atau semacam FGD di didesa wisata misalnya, lembaga-lembaga atau organisasi pariwisata yang ada di Lombok Tengah, tidak boleh diabaikan begitu saja mereka harus dilibatkan secara langsung.
Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi antara instansi dan organisasi, harus di implementasikan, menjadi sebuah aksi nyata,” tegas Jasmawadi.
Sam halnya seperti FGD ( Focus Discusion Group ) atau pelatihan pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata atau seperti yang diadakan oleh Bidang SDM Dinas Pariwisata Lombok Tengah di Desa Bilebante baru baru ini, seharusnya mereka bisa menjalin komunikasi berkoordinasi dengan kami untuk bisa dilibatkan secara garis organisasi, jangan membelakangi kami,” kata Jasmawadi.
Kerja sama yang baik di bidang tata Kelola juga di bidang Human Resources Departemen (HRD), sangat kita harapkan agar solid dan tepat sasaran, karena semua itu merupakan misi Bersama. Forum Desa Wisata Tastura Lombok, tetap konsisten dalam hal itu, Bidang SDM Dispar Loteng, tidak boleh seperti menunjukan ego semau gue, subyektif dan tebang pilih dalam memilih dan melibatkan para peserta peserta pelatihan, dan seperti memandang sebelah mata terhadap kami, sebagai lembaga organisasi yang sudah memiliki payung hukum yang berhak juga dilibatkan bukan diabaikan,” cetus Jasmawadi.
Dijelaskannya, Undang Undang mengamanatkan, antara Instansi dan Asosiasi kemasyarakatan, harus tetap berdampingan membangun kemitraan dalam, menjalankan program. tentu akan menjadi preseden buruk, ketika, ketidak seimbangan, berjalan tanpa membangun kemitraan secara totalitas bersama stake holder lainnya. Kalau terus terusan seperti ini Bupati harus mengevaluasi Dinas Pariwisata Lombok Tengah, “imbuh Jasmawadi. Sampai berita ini diturunkan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah belum bisa dikonfirmasi.(Ntbexpose/03)












