NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Legewarman selaku Anggota DPRD Lombok Tengah dari fraksi Partai Bulan Bintang (PBB), menjelaskan aspirasi warga di daerah pemilihan saat dirinya turun kegiatan reses, pekan kemarin. Warga mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih dan mahalnya harga jual pupuk. Warga pun mengusulkan pembuatan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air mereka.
Karena untuk sementara ini dampak musim kemarau menyebabkan petani tembakau di Desa Semoyang dan Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur terpaksa membeli air untuk menyirami tanaman mereka. Selain itu untuk kebutuhan hidup sehari-hari warga masih mengandalkan sumur bor yang ada tidak mencukupi
Memang diakui sudah sejak dulu begitu kondisinya, makanya saat kami reses rata-rata seperti itu permintaannya. Areal pertanian ini kena dampak kemarau panjang dan pada akhirnya perkembangan tembakau lambat,” terangnya kepada media, Senin (12/6/2023).
Untuk saat ini sementara di Desa Semoyang kata Anggota Dewan asal Desa Ganti ini, sumber air untuk tanaman petani dengan mengandalkan Embung Pare, ini juga mengalami kering. Dia berharap kedepan dengan wacana pembangunan Dam Mujur bisa menjadi solusi kedepan.
“Adapun solusi untuk petani kita di Praya Timur lebih-lebih di Mujur, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. LARAP saja masih belum mulai,” sindirnya.
Dijelaskannya, selain itu pupuk juga menjadi keluhan para petani tembakau. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 tahun 2022, petani tembakau kini tidak boleh menggunakan pupuk bersubsidi lagi akibat kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Jadi hal itu mengakibatkan petani tembakau terpaksa harus membeli pupuk non subsidi yang lebih mahal daripada pupuk yang disubsidi pemerintah. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Lege mengusulkan Pemerintah Daerah Lombok Tengah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada petani tembakau yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Legewarman juga mendorong Pemda Lombok Tengah melakukan lobi-lobi dengan perusahaan rokok terkait harga tembakau, mengingat air dan pupuk menjadi kendala dan keluhan para petani saat ini bisa seimbang antara modal dan usaha mereka dalam menanam komoditas tersebut dengan harga.“Pemda seharusnya sudah ada ancang-ancang dan strategi dari sekarang,” tegasnya Legewarman. (Ntbexpose/03)






