NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Di akhir penyampaian materi-materi dasar ilmu Jurnalistik, pada pertemuan kedua atau yang terakhir, puluhan peserta yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Praya Tengah (Prateng) atau yang dikenal dengan (Spentu Prateng) langsung dibagikan kelompok sesuai dengan topik yang diberikan oleh pemateri yang juga Ketua Umum Komunitas Jurnalis Lombok Tengah (KJLT), H. Adi Supriadi.
Adapun topik yang diberikan tersebut, mulai dari pendidikan, hukum, dan lainnya untuk kemudian dilakukan praktik wawancara sekaligus menuliskan berita seputar topik yang dipilih oleh masing-masing siswa-siswi yang mengikuti Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik yang adakan oleh KJLT yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Spentu Prateng.
Salah satu siswa Spentu Prateng, Arya Jendra Eka Saputra mengaku senang bisa langsung melakukan praktik wawancara. “Dan topik yang saya wawancarai itu terkait dengan lalu lintas,” tuturnya, saat ditemui di Sekolahnya pada Sabtu (04/03/2023).
Ia mengungkapkan, pada saat mengambil topik yang mau diwawancarainya, dirinya mengambil topik lalu lintas. Dalam topik lalu lintas yang dipilihnya tersebut, dia mempertayakan beberapa pertanyaan kepada narasumbernya yang ditunjuk langsung oleh pemateri.
“Yang saya tanyakan itu, mengapa kita harus mentaati tata tertib saat berlalu lintas, kenapa kita harus melengkapi surat helm dan lainnya saat berlalu lintas dan apa saja sangsi hukuman yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mematuhi aturan saat berlalu lintas,” ungkap siswa yang masih duduk di bangku kelas VIII itu.
Selain itu, Arman Maulana yang juga siswa Spentu Prateng yang mengikuti praktik wawancara pada Diklat Jurnalistik tersebut juga merasa senang dapat langsung memperaktikkan wawancara. “Saya senang bisa langsung melakukan praktik wawancara,” tutupnya.(Ntbexpose/04)






