NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Dengan lamanya mutasi yang akan dilaksanakan oleh Pemda Lombok Tengah, seperti berita yang dilansir media ini terhadap salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Dapil 1 Praya – Praya Tengah bernama Haji Ahmad Supli, dia mengatakan bahwa tata kelola pemerintahan di Kabupaten Lombok Tengah tidak berjalan dengan baik.
Haji Ahmad Supli juga menyebut manajemen pemerintahan di Kabupaten Lombok Tengah tidak berjalan seperti yang diharapkan. Sebab, banyak jabatan di Dinas masih kosong. Selain itu, masih banyak juga ASN yang merangkap jabatan, seperti Lurah Leneng yang menjabat jadi kepala desa.
“Saat paripurna, saya sampaikan keberatan karena Lurah Leneng menjabat di dua tempat. Ini membuat kondisi yang tidak sehat,” kata anggota DPRD asal Kelurahan Leneng tersebut.
Anggota DPRD 2 periode tersebut menilai di Lombok Tengah tidak kekurangan orang yang cerdas. Menurut dia, mereka seharusnya ditempatkan untuk mengisi jabatan kosong. “Bupati harus segera melakukan mutasi agar roda pemerintahan terarah,” ujar Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah itu.
Sementara itu, menurut Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya membantah pernyataan Supli yang menyebut manajemen pemerintahan tidak jalan. Buktinya berbagai pembangunan di Lombok Tengah ini tetap jalan,”kata Sekda.
Namun disayangkan Sekda, sembari menegaskan, bahwa ada beberapa pertimbangan sehingga mutasi belum bisa dilaksanakan. “Lambatnya mutasi tidak akan mengganggu ritme kerja,” ungkap Firman Wijaya. Pihaknya membutuhkan diskusi untuk menemukan kesepakatan karena menempatkan orang butuh pertimbangan. ” Inshaa Allah Kami upayakan dalam waktu dekat ini,”ujarnya diplomatis. (Ntbexpose/05)






