NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Di usia menginjak 15 tahun lebih sejak berdirinya organisasi kewartawanan di Lombok Tengah bernama Komunitas Jurnalis Lombok Tengah ( KJLT ) terlihat semakin matang menunjukkan eksistensinya.
Hal ini dibuktikan dengan sumbangsihnya membangun Lombok Tengah lewat menulis, salah satunya adalah bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama Lombok Tengah untuk memberikan Diklat Jurnalis bagi siswa siswi Madrasah di Lombok Tengah.
Dari ihtiar yang dilakukan tersebut terlihat dari audensi Komunitas Jurnalis Lombok Tengah (KJLT) dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan di Ruang Rapat Utama Kakanmenag Kamis (10/11/22). Audensi yang bertema membangun sinergisitas antara Jurnalis dengan Dunia Pendidikan di Madrasah.
“Hari ini kami sangat gembira menerima kehadiran dari rekan-rekan KJLT karena apa yang menjadi tujuan kehadiran KJLT merupakan niat yang tulus dalam ikut ambil bagian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui Diklat Jurnalis ini,” papar H.Jaelani pada sambutannya dalam Audensi tersebut.
Dia menjelaskan, program ini sesungguhnya sangat ditunggu2, namun karena kesibukan yang padat di Kanmenag ini, sehingga belum sempat memikirkan hal tersebut. Karenanya pihak Kanmenag menyampaikan ucapan Welcome kepada KJLT yang telah lebih dahulu menyampaikannya.
” Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu dan program ini sungguh luar biasa dengan demikian kami sangat mendukung program ini dan akan kami bahas tehnis pelaksanaannya bersama KJLT,” nya.
Didampingi Kasi Penmad H. Mulyadi Kakanmenag berharap program tersebut dapat di mulai Januari tahun depan lantaran adanya persiapan untuk akhir semester. Ribuan kepala Madrasah yang ada di Lombok Tengah akan segera diundang guna dilakukan sosialisasi.
Sementara itu Ketua KJLT H. Adi Supriadi acungkan jempol terhadap respon yang sangat luar biasa dari Kanmenag. Senada dengan Kepala Kantor Kementrian Agama H. Jaelani juga berharap agar program tersebut dapat dibahas kembali secara tehnis dan setuju jika harus dimulai pada Januari tahun depan, agar tidak terkendala dengan program yang tengah berlangsung di masing- masing Madrasah.”imbuhnya. (Ntbexpose/02)












