NTB EXPOSE. Lombok Tengah- Sederet catatan tertulis dalam buku evaluasi Camat Praya Barat Daya, H.M Rumetan, SH semenjak dia menjabat.
Beberapa peristiwa cukup mencengangkan menghiasi roda pemerintahan yang dipimpin pria asal Desa Montong Ajan ini. Mulai dari pro kontra proyek pemasangan pipanisasi bendungan Pengga-Mandalika, nelayan tenggelam, kasus Kades Darek, sampai konflik Pilkades serempak yang bergulir di Ranggagate dan Teduh.
Bentuk evaluasinya, terpenting dari unsur ketersediaan penganggaran. Sebab sangat bersifat krusial dan dibutuhkan terutama untuk pelaksanaan proyek. Seperti contoh dalam pembangunan proyek jembatan pemoles yang sedang berjalan di Desa Batu jangkih dengan menyedot anggaran hingga 1,5 milyar. Beruntung pengerjaannya secara swadaya, bergotong royong, mendapat campur tangan langsung seluruh pihak di lingkup Pemda Lombok tengah sehingga menjadi terasa ringan.
Ia menuturkan, progresnya sekarang sudah capai lebih kurang 80 persen. Ditargetkan tuntas bulan Oktober ini, kalau tidak ada halangan akan dipersembahkan jadi kado Ultah Loteng.
” Alhamdulillah, perhatian Pak Bupati dan segenap jajaran, wabilkhusus ke Prabarda mulai terbuka dan berkembang,” katanya.
Hal demikian dirasa tidak berlebihan, karena Prabarda layak diatensi mengingat miliki kawasan wisata populer di Montong ajan seperti keberadaan pantai torok aik belek.
” Sudah banyak villa dan hotel berdiri, seperti samara dan amber, ” ungkapnya.
Mengenai persoalan Pilkades Ranggagata dan Teduh dinilai itu hal biasa. Lumrah terjadi, seiring waktu berjalan akan berakhir dengan aman.
” Kami tekankan pada tokoh-tokoh berpengaruh dan panitia agar bersikap netral kedepan,” himbaunya.
Soal kasus Kepala Desa Darek, lanjutnya, harus tetap mengacu pada aturan. tidak bisa serta merta menurut kehendak sendiri. Sebab syarat pemberhentian Kepala Desa itu sudah ada ketentuan sesuai regulasi ditetapkan.
” Kecuali dia mau memundurkan diri,” cetusnya.
Di aspek lain, bagaimana kontribusi atau semacam kompensasi dari proyek pipanisasi bendungan pengga, diakui belum ada kejelasan. Apakah ada manfaatnya buat masyarakat atau sekedar numpang lewat saja. Pihak NK tidak pernah konfirmasi apapun.
Semoga Loteng jauh lebih baik kedepan demi kesejahteraan masyarakat, segala kekurangan dan kelemahan akan diperbaiki supaya kita tidak jatuh di lubang yang sama.
Sebagai bentuk bahan renungan dan pengingat, Pemerintah Kecamatan Prabarda melalui suatu kesempatan juga rutin gelar istigosah agar terhindar dari segala macam bala’ dan bencana alam atau kemanusiaan. (Irsyad)









