Jauhari Tantowi : 4 tahun Zul Rohmi laut NTB belum zero waste
NTB EXPOSE. Mataram – Program Zero Waste Pemerintah Provinsi NTB kami nilai tidak maksimal memberikan dampak terhadap perilaku hidup masyarakat NTB khususnya daerah Pesisir Mataram, hal ini dikatakan Jauhari Tantowi Pembina Aliansi Nelayan Pesisir Juang ( ANPJ ) Kota Mataram kepada media Senin (19/9) kemarin.
Diungkapkannya, masih banyak sampah yang menimbun disudut-sudut NTB. Setidaknya sekitar 80 persen sampah di laut adalah sampah-sampah dari daratan. Angka ini didapatkan dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) per 16 Juni 2022, yang dikumpulkan dari 207 kabupaten dan kota pada 2021. sampah laut dan dampak pencemaran terhadap laut sudah menjadi isu skala lokal, nasional, hingga global. Sampah laut atau marine debris dinilai sangat berdampak buruk bagi lingkungan dan biota laut.
Jauhari Tantowi mengatakan, Kami menilai tidak ada keseriusan Pemprov NTB dalam menjalankan program Zero Waste pada 4 tahun kepemimpinan ZUL-ROHMI menuju NTB Gemilang. Klaim keberhasilan zero waste, harus didasari pada fakta dan data, hadirnya program Zero waste menurutnya, tidak pernah menyelesaikan persoalan sampah di NTB. Justru persoalan sampah semakin banyak dan kompleks.
“Masih banyak masyarakat kita yang tidak teredukasi dalam program Zero Waste ini, terlebih lagi perilaku masyarakat hulu sungai yang membuang sampah ke sungai dan bermuara dilautan, tidak hanya mencemari lingkungan namun juga berdampak pada hasil tangkapan nelayan dan kualitas hasil tangkapan.” Ungkap Jauhari.
Selain itu dampak dari pencemaran lingkungan juga sangat terlihat jelas, dengan banyaknya sampah yang berserakan dilaut dan sering tersangkut dijala nelayan.
“Harusnya Zero Waste adalah solusi yang inovatif dengan didorong oleh keinginan Pemprov NTB, sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan dilautan, hal ini juga harus didorong dengan fasilitas dan perda yang mengikat sebagai upaya win-win solution” Pungkas Jauhari.(ntbexpose/03)






