NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Dalam rangka Ultah IPPAT ( Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah ) Pengwil NTB ke 35 tahun diadakan di Kuta Mandalika yang merupakan salah satu dari 5 kawasan super skala prioritas pariwisata Indonesia, IPPAT Pengwil NTB semakin kokoh menancapkan eksistensinya di Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Setelah sukses mengadakan acara yang meriah dan penuh kejutan tersebut IPPAT menggelar sesi wawancara di Raja Hotel Kuta Mandalika. Seperti di jelaskan Ketua IPPAT Pengwil NTB diwakili oleh Ketua Divisi Olahraga Seni Budaya dan Parekraf Ratih Fibrianti SH. M.Kn mengatakan dihadapan sejumlah wartawan. Menimbang tingkat kemajuan pariwisata yang terus alami trend melonjak. IPPAT berkomitmen akan membantu mendayagunakan sektor tersebut. Selain merupakan sarana strategis dalam kepengurusan tanah, juga dapat menjadi wadah sosialisasi terkait keberadaan IPPAT ke Pemerintah dan masyarakat banyak.
Hal itu diungkap Ratih Fibrianti SH. M.Kn selaku Ketua Divisi bidang Olahraga, Seni Budaya dan Pariwisata
dalam sesi wawancara di Raja Hotel Kuta Mandalika Lombok Tengah, sabtu (17/09/22).
Ratih ingin peran dan fungsinya benar-benar kelihatan. Tak tanggung- tanggung akan turun langsung bahkan jika diperlukan sampai ke tingkat Desa bekerjasama dengan para Pokdarwis ( Kelompok Sadar Wisata ) untuk pengembangan destinasi dan promosi kepada mitra atau klient PPAT yang berasal dari berbagai macam latar belakang.
” Saya sudah bertemu Ketua Pokdarwis NTB, sepakat awali kontribusi pada skup yang kecil dulu fokus pada kawasan penyangga KEK Mandalika, sambil perlahan dan bertahap terus melebar ke ruang yang lebih besar, ” ujarnya.
Dikatakan, belum lama ini, Ratih bersama tim pernah ke Sembalun Lombok timur adakan kegiatan senam bersama Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat. Partisipasi masyarakatnya tinggi, dan IPPAT jadi semakin dikenal akrab.
Menyasar lebih luas, sambung Ratih, kedepan IPPAT akan agendakan lakukan road show ke pulau Sumbawa guna menyentuh wilayah NTB secara merata.
” Kita targetkan pola yang diterapkan dengan perbanyak Even, mengeksplor apapun semua potensi wisata yang ada di tiap Desa,” imbuhnya.
Tak lupa, upaya peningkatan SDM juga mutlak diperlukan, sesuai masukan yang diterima, tidak menutup kemungkinan juga akan digiatkan pelatihan-pelatihan disertai pendampingan kepada pegiat wisata dan pelaku UMKM/IKM kembangkan tata kelola ataupun produktifitas hasil kerajinan dan alam. (Irsyad)






