NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Kegiatan musyawarah kabupaten Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia ( APSI ) Lombok tengah yang dirangkai dengan pemilihan Ketua dan pengurus baru di aula kantor Kemenag Loteng, rabu ( 21/09/22 ) berlangsung khidmat.
Dari 150 orang total anggota, 108 diantaranya berkesempatan hadir sekaligus beri hak suaranya secara penuh.
“Alhamdulillah saya unggul atas 3 calon lainnya dengan perolehan 46 suara,” ucap Lalu Agung Pambudi M.Pd, kepada media ini usai acara.
Miq Agung bertekad akan pegang kepercayaan teman-teman 5 tahun mendatang periode 2022-2027.
Adapun bentuk evaluasi skala prioritas, kedepan, ia bermisi ingin putuskan segala dikotomi, perbedaan dan kesenjangan yang kerap mencuat diantara lintas pendidikan di Kementrian Agama dan Dinas Pendidikan Umum agar melebur menjadi satu kesatuan utuh dalam wadah APSI.
” Saya akan berikan warna bagi pendidikan Loteng terutama terhadap para pengambil kebijakan agar keberadaan kita diperhatikan, sebab kita adalah garda terdepan,” tendensinya.
Diskuad internal pengawas, pastinya akan dituntut lebih profesional, bermartabat, dan sejahtera. Sehingga dapat menunjang kinerja mengawal kualitas dan mutu pendidikan dengan maksimal. Terlebih objek lembaga pengawasan capai 2000-an.
Keberadaa pengawas, lanjutnya, tidak boleh sembarangan. Jika mengacu aturan harus miliki 2 komponen dasar yakni melalui tes pengawas dan memegang sertifikat.
” Pengawas itu tugas tambahan guru, jabatan tertinggi fungsional, mendapat hak tpg yang sertifikasinya dibayar pemerintah, ” paparnya.
Bupati HL. Pathul Bahri sangat mengapresiasi profesi pengawas. Ia berpesan agar senantiasa jalankan tugas dengan baik ditiap sektor demi mencerdaskan generasi anak bangsa. ( Irsyad )












