Anggota Komisi III DPRD Loteng Kritisi BUMN

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Banyaknya jalan yang rusak akibat proyek galian pipa air baku dari Bendungan Pengga menuju KEK Mandalika menjadi sorotan serius kalangan pemerintah kabupaten dan wakil rakyat.

Anggota Komisi III DPRD Lombok Tengah M. Bintang dengan tegas mempertanyakan apakah jalan yang rusak akan diperbaiki atau bagaimana,” tegasnya baru baru ini.

“Saya lewat di sana tapi tidak ada pengerjaan apapun. Saya ingin pertegas apakah pekerjaan akan dilanjutkan atau tidak,” katanya.

Dewan Dapil Praya Barat – Praya Barat Daya itu juga mengungkapkan, sebelumnya PT Nindya Karya (NK) sudah membuat komitmen untuk memperbaiki jalan yang dirusak.

“Dalam komitmen itu, sejengkal jalan rabat yang dirusak harus dikembalikan seperti semula,” ujarnya.

Politisi PKS itu menjelaskan, komitmen tersebut disaksikan pihak PUPR dan DPRD sebelum puasa lalu.

“Kesepakatan dibuat sebelum puasa. Sekarang saya tidak tahu apakah proyek itu sudah habis kontrak atau masih,” ungkapnya.

Untuk jadwal pemanggilan terhadap PT NK sendiri, Komisi III bersama PUPR terlebih dahulu akan menggelar rapat.

“Nanti kami pertegas di sana. Kami akan memberikan deadline waktu untuk mengerjakan jalan yang dirusak seperti semula,” tegasnya.

Bintang mengungkapkan, Jalan yang dirusak PT NK harus selesai sebelum WSBK Pada 13 sampai 15 November 2022 mendatang. Puluhan ribu penonton digadang-gadang akan hadir menyaksikan event bergengsi skala internasional tersebut.

Namun dibalik itu, kondisi jalan yang tidak jauh dari sirkuit mendapat sorotan publik.

Jalan kabupaten yang ada di Desa Penujak, Darek dan Pelambik itu sebelumnya dirusak akibat adanya galian pipa air baku dari Bendungan Pengga menuju KEK Mandalika.

Komisi III selaku mitra kerja Dinas PUPR tidak tinggal diam melihat kondisi jalan itu. Bintang dengan tegas meminta PT NK selaku kontraktor menyelesaikan tanggung jawabnya berupa perbaikan jalan.

“Secepatnya kami minta dikerjakan karena sebentar lagi ada event WSBK,” katanya. Pihaknya tidak ingin dengan kondisi jalan seperti itu menjadi citra buruk bagi para tamu nantinya.

“Apalagi kalau sampai terjadi kecelakaan di sana. Sebelum WSBK harus dikerjakan itu,” pintanya. Dewan Dapil Praya Barat – Praya Barat itu juga mengaku, sebelumnya telah terjadi kecelakaan di sana.

“Saya melihat di sini kurang terjalinnya komunikasi antara pemerintah desa setempat dengan PT NK. Harusnya jika ada kecelakaan PT NK bertanggung jawab. Untuk itu, demi menghindari hal serupa maka PT NK harus segera menyelesaikan tanggung jawabnya. “Perbaikan jalan pun kami tidak mau asal-asalan dan harus dikembalikan seperti semula,” tegas H. Bintang.

Terpisah, Ketua Satgas GNP Tipikor Lalu Eko Mihardi meminta ketegasan PUPR untuk segera memanggil PT NK berkaitan dengan jalan yg belum direkondisi.

“perusahaan jangan seenaknya merusak jalan di Lombok Tengah,” ucapnya.

Dia juga mengungkapkan, jika tidak direkondisi seperti semula tentunya ada kerugian negara karena jalan itu dibangun dengan APBD.

“PUPR juga harus mendampingi dalam rekondisi dan mendata aset daerah kita yang dirusak PT NK,” pintanya.

Masih kata pria brewok itu, setalah mendata aset yang dirusak kemudian diserahkan kepada PT NK dengan surat perjanjian tenggang waktu.

Sementara itu, Humas PT NK Dinata mengatakan, terkait rekondisi pihaknya berkomitmen untuk mengerjakan.

“Kami telah rekondisi dan saat ini masih tunggu jadwal produksi dari Asphalt Mixing Plant (AMP) untuk pengaspalan beberapa ruas jalan yang belum dikerjakan,” terangnya.

Masih kata Dinata, PT NK ada kerja sama dengan beberapa AMP di Lombok Timur.

“Rekondisi terhenti karena memang belum ada jadwal produksi. Jika AMP ada produksi maka kami langsung kerjakan pengaspalan,” akunya.(ntbexpose/03)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *