Partisipasi PKK Pada Giat Posyandu Desa Pelambik Disambut Antusias Warga

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Guna mengejar target ketertinggalan dalam pelaksanaan posyandu keluarga yang tertunda selama pandemi covid-19.

Segenap kader Desa Pelambik Praya Barat Daya Lombok Tengah perkebut program dengan menggandeng PKK dan tim puskesmas.

Ditemui disela-sela kunjungan di Dusun Karang Ampan. Ketua PKK Desa Pelambik, Baiq Hamnah yang turut serta ke lapangan, mengungkapkan, partisipasinya dalam hal pendampingan, memastikan giat posyandu berjalan lancar agar kesehatan masyarakat benar-benar terjamin.

” Kehadiran kami ingin ketahui kondisi real dilapangan, bagaimana situasi kondisi, jumlah sasaran, dan siapa saja objeknya, ” ujar Baiq Hamnah.

Dikatakan, terdapat 18 titik Posyandu yang tersebar, baru mulai di 5 Dusun, diprediksi, jumlah sasaran periode kali ini bertambah dilihat dari tingkat peenikahan, kelahiran dan ibu hamil.

Posyandu juga menyasar semua umur baik remaja sampai lansia. Tujuannya, mencegah stunting, gizi buruk, pernikahan dini, dan bisa hidup sehat diusia senja.

” Alhamdulillah kami sangat aplaus tehnik kerja kader, karena bisa hadirkan masyarakat antusias ramaikan posyandu, ” sanjungnya.

Peran kader, diharapkan, mampu jadi ujung tombak. Kader itu milik Desa, diangkat dan diberhentikan oleh Desa, berperan strategis dalam menentukan taraf kesehatan keluarga masyarakat Desa, mesti totalitas.

Soal dukungan anggaran diakui masih bersifat fleksibel sesuai kondisi keuangan Desa. Sebagai contoh, untuk Pemberian Makanan Tambahan ( PMT ) dijatah 2.500 rupiah saja per anak.

Kepala Desa Pelambik, Jumasan, mengapresiasi penuh kelancaran giat posyandu atas kolaborasi solid yang ditunjukkan para kader, PKK, dan tim terkait.

Meski dari sisi insentif juga begitu minim, hanya 150 ribu per bulan. Tapi berkat komitmen dan tekad bersama untuk berdedikasi ke masyarakat, semua berjalan baik.

” Di Pelambik ada 90 orang kader, kali 150 ribu, jika ditotalkan angkanya cukup besar sekitar 13 juta sebulan untuk menggaji mereka, belum lagi ditambah total dana PMT, namun apapun itu kita tentu harus siap dengan segala  konsekuensi, itu sudah kewajiban kita, ” papar Jumasan.

Secara umum, dapat disyukuri, faskes (fasilitas kesehatan) di Desa Pelambik sejauh ini terbilang cukup memadai, baik dari pelayanan posyandu, keberadaan Pustu atau Poskesdes, hingga kesiapsiagaan ambulance Desa. Keseluruhan telah berjalan maksimal. (irsyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *