Disnakertrans Loteng Akan Jemput PMI Korban Kapal Tenggelam

NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Atas dasar kemanusiaan, terlepas dari status keberangkatan tidak resmi. Para calon pekerja asal Lombok tengah yang diketahui turut jadi korban kapal tenggelam di perairan menuju Malaysia mendapat perhatian khusus pemerintah.

Pihak Disnakertrans melalui Kepala Dinas HL Karyawan konfirmasi kesiapan matang untuk lakukan penjemputan langsung dalam waktu dekat. Sudah berkoordinasi dengan BP2MI, BPBD, dan TPKD.

” Biaya pemulangan ditanggung Pemda, kami mengirim 2 orang staf kesana, ” katanya.

Dari 23 orang korban, kemungkinan hanya 17 yang ikut pulang bersama tim. Menurut informasi, sisanya telah kembali ke kampung halaman secara mandiri.

Diakui, untuk mengurangi angka kasus serupa masih dirasa sangat sulit. Marak terjadi alur yang dilematis dan ironis. CPMI ilegal kebanyakan tidak tahu pasti siapa dan perusahaan mana yang merekrtutnya, terpenting bisa kerja. Dijanjikan kemudahan tapi kenyataan pahit. Beresiko keselamatan jiwa.

Menekan hal tersebut, Disnaker telah bersurat ke Kecamatan dan Desa agar lebih intens menjaga warga, tidak pergi lewat jalur ilegal.

Kepada pihak APH juga diharapkan bertindak tegas terhadap para calo atau oknum tak bertanggung jawab agar segera ditangkap.

” Sebaiknya datang saja ke kantor untuk akses informasi pasti, nama perusahaan yang terdaftar jelas, urus semua persyaratan lalu berangkat secara resmi, sekarang pelayanan sudah satu pintu, buat paspor pun bisa dilayani, ” ucapnya.

Disamping terjamin, jika mengikuti prosedur pemerintah. Segala bentuk fasilitas akan didapat seperti peroleh asuransi, sampai tujuan dengan selamat, kenyamanan bekerja, dan keluarga jadi tidak risau.

Dikabarkan, peluang kerja diluar negeri pasca pandemi berangsur normal. Terutama ke Malaysia sangat banyak dibutuhkan. Terbaru, ada penawaran ke Jepang kerjasama antar pemerintah bagi tenaga kesehatan lewat konsep G to G.

” Ditimur tengah PRT masih kosong, lowongan hanya dibagian formal seperti perusahaan dan hotel, ” sampainya.

Kabid Penempatan menambahkan, sejak januari hingga juli ini. PMI yang sudah direkom Disnaker capai 600 orang.

” Ada 65 negara tujuan buka, tapi mayoritas Malaysia, Taiwan, Inggris, Hongkong, Singapur, dan Brunai,” jelasnya.

Untuk lebih memudahkan, kedepan, pihak Disnakertrans tengah menggodok pembuatan semacam aplikasi agar segala info bisa diakses secara praktis melalui pemanfaatan tehnologi. ( Irsyad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *