Petir Sekjen ALARM NTB : saya dan Sekjen GEMPAR NTB Hampir di Keroyok Preman
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Ahmad Zamharir selaku Sekjen ALARM NTB dalam press rilisnya kepada media Sabtu (22/6) mengatakan. Dalam beberapa kasus teman teman pergerakan yang turun menyuarakan aspirasinya dalam mengkritisi kinerja dan kebijakan PDAM selalu berakhir ricuh.
Zamharir yang akrab disapa Petir itu menyayangkan sikap yang diambil oleh Dirum sekaligus sebagai Plt. Dirut PDAM yang seolah-olah mau membenturkan teman LSM,” tudingnya.
Hal ini terbukti saat LSM GAPURA NTB turun aksi menuntut penundaan kenaikan tarif PDAM yang dihadiri juga oleh saya selaku Sekjen ALARM dan Sekjen Gempar NTB.
Dalam aksi tersebut masa aksi diterima oleh pihak PDAM dan 10 orang masa aksi sebagai perwakilan disuruh masuk, namun sangat kita sayangkan ketika kami diterima ternyata banyak orang yang tidak punya kepentingan dan tanpa ada kapasitas di PDAM diduga orang orang tersebut adalah preman bayaran berkedok LSM hadir ikut campur membuat kegaduhan yang tentu sekali itu sangat mengganggu teman2 perwakilan masa aksi dalam berdemokrasi menyampaikan pendapat dalam diskusi tersebut.
Bahkan sempat terjadi keributan, ” Saya sendiri bahkan mau dilempar pakai kursi oleh oknum2 diduga preman pro PDAM.
Kegiatan Teman2 pergerakan dalam menyampaikan aspirasi seakan dikekang padahal itu sudah jelas diatur dalam UU,” Tegas Petir.
Petir menyayangkan, jika memang demikian yang terjadi di Lombok Tengah ini, maka Bupati harus ambil sikap dan berhentikan Plt. Dirut PDAM yang selalu dilindungi oleh oknum, “inikan sama artinya Dirum/Plt Dirut ini pengecut atau anti kritik, terus bagaimana Lombok Tengah ini bisa maju jika pimpinan PDAM seperti itu tegas Petir. Sampai berita ini diturunkan Dirum PDAM belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi via HP belum ada respon. (ntbexpose/03)












