Hasan Masat : PDAM Loteng sebaiknya punya comunity development (comdev)
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Hasan Masat selaku Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Lombok Tengah kepada NTB EXPOSE Selasa (28/6) mengatakan, Polemik panjang dan kisruh yang tak selesai selesai soal PDAM loteng, kontra produktif bagi PDAM itu sendiri sebagai Badan Usaha Milik Daerah yang dihajatkan untuk mengelola air bersih kebutuhan masyarakat, tentu standar kualifikasi dan mutu air harus dijaga,”ungkapnya.
Demikian juga pelayanan, “lanjut Hasan, acuntabilitas karena mengelola hajat dan dana publik, tidak bisa dikesampingkan, untuk itu saya berharap disamping pembenahan internal manajemen, pengembangan SDM, upaya perbaikan jaringan, sistem digitalisasi semua aspek, menuntut kerja keras dan kerja sama semua pihak, artinya pengawasan, masukan, saran, kritik temen temen NGO juga penting, namun yang berisi, konsep konsepnya jelas, atau penyampaian realitas lapangan dengan fakta fakta, tentu dengan memberi hak jawab pada direksi atau yang bekerja pada bidang itu
“Ini kan produktif bagi pola kerja sama berdemokrasi, namun lepas dari itu, soal PDAM mau dinaikkan tarifnya, perlu penjelasan soal aturan yang ada, rasionalisasi tarif untuk kesejahteraan dan keadilan bagi yang mampu dan tidak mampu, dan lain lain pertimbangan yang berkonsekuensi pada kenaikan tarif, kenaikan tarif berkonsekuensi pada mutu air dan kwalitas pelayanan, logiknya kan seperti itu.
Namun demikian, Dewan Pengawas PDAM juga harus berani lakukan koreksi, saran bahkan rekom rekom yang tegas dalam melakukan pengawasannya, jangan hanya jadi stempel untuk jalannya program dan anggaran yang rekomendasi monevnya, nol koma kosong.
Dijelaskan Hasan, Untuk soal sumber air, iya kita maklumi Lombok Tengah bagian utara, masih dominan sebagai sumber air bersih untuk minum dan rumah tangga, meskipun di wilayah selatan, bendungan Batujai juga diolah untuk menutupi kebutuhan yang belum teratasi, meskipun kwalitas mutu airnya jauh dari yang diharapkan, untuk itu, perlu dipikirkan bahkan hemat saya bisa aja PDAM membuat semacam kelompok kerja comunity development yang banyak jalankan program terutama di desa desa wilayah utara, seperti di Kecamatan Batu Kliang, Batu Kliang Utara, Kopang dan sekitar, baik untuk sanitasi, kesehatan lingkungan, reboisasi.
Begitu juga dengan usaha usaha pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dan lain lain, dananya bisa dari dana social responsibilty corporate (CSR) nya PDAM itu sendiri, atau pihak Bank Bank dan Badan Usaha lainya atau kerjasama dengan pihak pihak ketiga yang saling menguntungkan, ” jelas Aktivis senior itu. Kenapa tidak dan saya yakin ini bisa kita lakukan,”tutupnya. (Ntbexpose/03)












