Adipati Ketua LSM GAPURA NTB : Dirum PDAM Diminta Mundur Secara Jentelmen
NTB EXPOSE. Lombok Tengah – PDAM Ardia Tirta Rinjani Lombok Tengah nyaris jadi arena tinju masal. Pasalnya pada saat didemo LSM GAPURA beserta LSM LSM lainnya pada hari Rabu (22/6), terjadi keributan saling tantang, sumpah serapah antara oknum oknum LSM dan sejumlah masa yang diduga kuat preman bayaran yang mendukung kenaikan tarif PDAM untuk melakukan demo tandingan atau pengamanan seperti video yang berbeda viral di medsos akhir akhir ini.
Aksi demo tersebut dipicu karena PDAM mau naikan tarif pelanggan pada awal bulan Juli 2022 mendatang, padahal kinerja dan pelayanan dinilai masih buruk oleh mereka dan sejumlah masyarakat. Mereka mengeluh pelayanan masih amburadul, ledeng masih jarang ngalir alias masih sering macet tapi mau naikkan tarif yang dirasa masih memberatkan masyarakat.
Pihak LSM GAPURA NTB yang diketuai Adipati dalam pernyataannya meminta PDAM untuk tidak menaikkan tarif PDAM sebelum membenahi jaringan dan tata kelola yang buruk di dalam manajemen PDAM sendiri.
Dari pantauan awak media beberapa kelompok masyarakat yang terlebih dahulu mendatangi PDAM diduga sudah dipersiapkan oleh oknum di PDAM untuk menandingi Demo tersebut, mereka diduga kumpulan kumpulan LSM pro PDAM.
Pada saat LSM GAPURA diterima untuk berdiskusi, keributan nyaris terjadi setelah adanya kesalahpahaman diantara mereka yang hampir saja adu jotos saling tantang bahkan ada oknum preman yang mau melempar pakai kursi kearah Sekjen LSM ALARM NTB dan kumpulan LSM GAPURA lainnya.
Namun berkat pengamanan dari Polres Lombok Tengah, keributan tersebut bisa diamankan. Adipati selaku kordum aksi sangat menyesalkan kejadian tersebut. Kami datang baik baik maka harus diterima dengan baik baik dong,” Sesalnya.
Alasan kami datang hanya ingin menolak PDAM menaikkan tarif yang tidak sesuai dengan mutu dan kualitas pelayanan saat ini,” kata Adipati. Oleh karena itu, jka ini tidak bisa diindahkan kami minta Bambang Supratomo selaku Dirum atau Plt. Dirut PDAM Lombok Tengah dengan jentelmen harus mundur,” Tegas Adipati.
Selain itu menurut Ahmad Zamharir Sekjen ALARM NTB mengatakan,tidak pantas PDAM Loteng menaikkan tarif jika tidak dibarengi dengan mutu dan sistem kualitas pelayanan yang prima kalau itu bisa dilaksanakan saya yakin masyarakat pasti tidak akan keberatan,” ucap Zamharir yang biasa dipanggil Petir.
Sementara dalam kesempatan yang sama Bambang Supratomo selaku Dirum dan Plt. Dirut PDAM sangat mengapresiasi para Pendemo. Ini adalah sebagai bentuk perhatiannya kepedulian mereka kepada kami dengan cara mengkritik agar kami bisa lebih baik lagi kedepannya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Lombok Tengah,” katanya bijak.
Dijelaskan Bambang, dalam menaikkan tarif PDAM kami memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas berdasarkan aturan dari Permendagri No : 21 tahun 2020 tentang perubahan Permendagri tahun 2016 tentang perhitungan dan penyesuaian air minum, berikut Pergub dan Perbup, itu jelas sudah diatur untuk disesuaikan agar pelayanan kami jadi bagus untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, lagipula sebelumnya kita sudah melakukan sosialisasi dengan mengundang perwakilan LSM, masyarakat dan pihak pihak terkait lainnya,” kata Bambang.(Ntbexpose/03)











