Pusrekmas Pemandian Sesaot Kembali Diserbu Ribuan Wisatawan Terutama Diakhir Pekan

NTB EXPOSE. Lombok Barat – Seiring perkembangan destinasi wisata baru yang banyak bermunculan.

Banyak dari para pemburu healing tetap menaruh pilihan pada favorite lama untuk dikunjungi semisal tempat pemandian alami di Desa Sesaot Kecamatan Narmada Lombok Barat.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni, S.Pd saat ditemui disela-sela kesibukan, minggu ( 29/05 ). Kerinduan orang-orang berekreasi pasca pandemi telah terobati terutama keinginan mereka untuk mencari destinasi yang sejuk dan banyak sumber mata air seperti di pemandian sesaot.

” Hikmah pandemi, kita manfaatkan sebagai momen evaluasi terkait tata kelola tempat wisata, kelengkapan fasilitas, peningkatan pelayanan, pengembangan SDM berinovasi, dan tetap mengadopsi penerapan protokol kesehatan menjamin rasa aman dan nyaman, ” katanya.

Ia menuturkan, wisata merupakan skala prioritas untuk menghasilkan sumber PADes.

” Genjot peningkatan kemasukan, kita tengah kembangkan paket wisata perluas kemajuan ekonomi masyarakat, ” ujar satu-satunya kepala Desa wanita di Lobar itu.

Pusat rekreasi masyarakat ( Pusrekmas ), sambungnya, tidak hanya di satu titik. Tapi terdapat disemua Dusun yang diramu jadi pelayanan terintegrasi. Sehingga perluas akses berwisata ke spot lainnya.

” Masih banyak yang belum tereksplore, ada air terjun, sungai bawak goak, kolang kaling, pancor lima, pusat kuliner home industri, dan taman miring saluran irigasi tempat rehat berkendara, ” ulasnya.

Paket wisata yang dimaksud berupa bersepeda keliling kawasan hutan, paket khusus ke air terjun, paket edukasi belajar olahan UMKM, lebih seru lagi disediakan paket menginap bagi pasangan pengantin baru bermulan madu.

Mendukung itu semua, pembenahan telah dilakukan disetiap sisi memenuhi kebutuhan strategis. Bagaimana kantor pusrekmasnya, lapak kuliner yang rapi, gazebo, kelayakan NCK, mushola, dan tempat parkir memadai.

Mengenai jumlah pendapatan, Srikandi kelahiran 1980 tersebut beberkan, mulai januari tercatat sekitar 10 jutaan per bulan. Untuk keuntungan diberlakukan sistem bagi hasil dengan Pemda Kabupaten Lobar dan Provinsi.

” Dari 100 persen, 15 persen jatah Pemprov, 10 persen disetor ke Pemkab Lobar, dan 75 persen dikelola Bumdes yang turunannya sebanyak 10 persen jadi PADes, ” Terangnya.

Soal harga secara keseluruhan terjangkau, tiket hanya 5 ribu per orang per kendaraan, makanan dari 2 ribu hingga 20 ribuan saja, paket bermalam 150 ribuan.

” Paket menginap konsepnya berbasis masyarakat yakni nginap dirumah warga layaknya tamu, otomatis manfaat langsung dirasakan warga, ” jelasnya.

Perlu diketahui, Oleh Kemenparekraf Sandiaga Uno telah resmikan Sesaot sebagai salah satu 50 Desa wisata terbaik atau ADWI dari 1831 peserta.(Irsyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *