NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Adanya wacana oleh Pemkab Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata terkait pengembangan potensi bidang kebudayaan yang mencakup benda- benda pusaka seperti keris untuk ditransaksikan, disambut baik Pemerintah Desa Pengenjek Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.
Sebagai wilayah yang masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai pandai besi atau pengrajin yang memproduksi benda-benda pusaka sejak dulu. Tentu menginginkan sentuhan baku campur tangan Pemerintah untuk diberdayakan.
Kepala Desa Pengenjek, Khaerudin, mengungkapkan, dalam keberlangsungan usaha pandai, selama ini masyarakatnya hanya berjalan mandiri bersifat lepas. Baik dalam upaya berproduksi sampai penjualan. Semua dilakukan sendiri keliling door to door. Modal seadanya, jual seperlunya sesuai kebutuhan permintaan pasar.
Padahal peminat terbilang banyak tapi kemampuan untuk memenuhinya terbatas. Tapi karena sudah jadi tumpuan penghasilan, keberadaannya tetap eksis sampai sekarang. Bahkan jumlah pengrajin terus bertambah.
” Para pemuda juga sudah bergeliat, mulai berinovasi dalam meningkatkan hasil produksi dengan mengembangkan kreasi berjualan secara online ” Ujarnya.
Khaerudin menambahkan, jenis barang bermacam-macam diantaranya keris, pemaje, parang, pisau, samurai, sampai sabit dan alat-alat pertanian.
” Tampilan dan bentuknya juga semakin modern dan bervariatif, desainnya terus diupgrade terutama dalam ukiran sarungnya, ” lanjutnya.
Namun, tidak bisa dipungkiri, khaerudin akui profesi ini belum menunjukkan efek peningkatan ekonomi secara signifikan. Hanya berkutat pada raihan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belum menyentuh kesuksesan maksimal. Sehingga bantuan dan perhatian Pemerintah mutlak diperlukan. Terutama dalam peningkatan kapasitas, kualitas dan terpenting kepastian akses pasar yang luas.
” Kami sudah berupaya optimal, lakukan pelatihan dan bimbingan manajemen keuangan. Intervensi Pemkab juga penting terutama untuk datangkan instruktur handal supaya lebih profesional” terangnya.
Seiring geliat praktik kebudayaan dan semangat hidupkan kearifan lokal yang kembali tumbuh. Diikuti maraknya even-even internasional didaerah kita saat ini, diharap jadi peluang emas promosikan hasil-hasil produksi lokal ke khalayak.
” Kami siap jadi produsen, tinggal dirangkul saja, jangan biarkan kami berjalan sendiri dan abai terhadap potensi besar yang kami miliki, terlebih jangan sia-siakan setiap momentum dari kemajuan Loteng yang nampak didepan mata, ” Lengkapnya. ( Irs )












