Atlet Catur Loteng uang Saku Cuma 100.000 Tapi Bisa Boyong Medali Emas di Kejurprov Catur NTB

Ir. Kamrin : Percasi Loteng Akui Minim Anggaran Untuk Dukung Atlet Catur Berlaga

NTB Expose, Lombok Tengah- Setelah vakum 9 tahun lamanya. Gelaran Kejuaran Provinsi (Kejurprov) catur NTB akhirnya terselenggara tahun 2022 ini di Selong Lombok timur, ( 26-31 ) Mei.

Diketahui, kegiatan tersebut pertarungkan 150-an atlet catur dari keterwakilan seluruh Kabupaten / Kota se-NTB yang telah melewati proses seleksi.

Namun, kabar kurang sedap datang dari para atlet Lombok Tengah yang keluhkan minimnya dukungan untuk bertanding ke Kejurprov Selong.

Dimana per satu orang atlet menurut informasi hanya diberi pesangon 100 ribu saja, sementara daerah lain rata-rata mendapat 1 juta dari tempat mereka bernaung. Padahal harus rela meninggalkan rumah, keluarga, menguras tenaga pikiran dalam waktu cukup lama untuk membawa nama baik Loteng.

Hal demikian dibenarkan Ketua harian Percasi Loteng  Ir. Muhamad Kamrin saat ditemui NTB Expose, senin (30/05).

” Keikutsertaan kita memang sangat minim pembiayaan, ” Bukanya.

Ir. Kamrin yang juga sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lombok Tengah ini menjelaskan, ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan dari mulai proses seleksi sampai selesai ikuti kejuaraan. Kita lakukan seadanya, benar-benar bersifat mandiri swadaya demi keberlangsungan Percasi Loteng.

” Total atlet Loteng yang berangkat 12 orang, senior 5 orang, junior 7 orang, ditambah kontingen 3 orang,” ujarnya.

Diungkapkan, anggaran yang harus dikeluarkan diantaranya setiap peserta wajib membayar uang pendaftaran senilai 50 ribu rupiah. Ada juga biaya iuran kepengurusan Percasi khusus sumbangan 750 ribu. Penginapan sebanyak 4 kamar 100 ribu per kamar selama 6 hari. Belum terhitung biaya lain-lain. Sementara dana yang terkumpul hanya berkisar 10 jutaan saja.
” Biaya pembinaan oleh KONI hanya diberikan 4 juta, inilah yang kita gunakan untuk konsumsi dan pemberian uang saku,” cetusnya.

Kondisi itu, diakui, telah disampaikan ke para atlet, sehingga semua harus berlaga dengan keterbatasan.

” Tournament berakhir hari ini, dan Alhamdulillah informasi terbaru kita kantongi 4 medali, 3 medali dipersembahkan junior, 1 emas diboyong anak SD, 2 buah perunggu oleh perempuan, sementara kategori senior hanya meraih 1 perunggu, ” paparnya.

Mengenai reward bagi para pemenang, dirinya belum bisa beri keterangan mengingat ketidakpastian anggaran. Namun pasti mereka mendapat hadiah dari panitia penyelenggara.

” Semoga capaian ini bisa dilihat dan menggugah hati stakeholder terkait agar bisa diapresiasi, upaya kami telah maksimal lakukan pembinaan mencetak bibit unggul mengantarkan atlet harapan daerah ketingkat tertinggi, ” tutupnya. (Irsyad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *