NTB EXPOSE. Lombok Tengah – Upaya para pemilik lahan untuk menuntut hak pembayaran atas lahan mereka terus bergulir. sore ini, Selasa (15/3) Para kuasa hukum di dampingi Sekjen Aliansi sekaligus juru bicara M Samsul Qomar melakukan audiensi dengan HL. Pathul Bahri Bupati Lombok Tengah diruang kerjanya.
Pertemuan tersebut di sambut baik oleh Bupati sebagai bagian dari sikap pemerintah pada warganya,”kata MSQ. Bupati memahami kerisauan dan harapan para pemilik lahan KEK Mandalika karena pihaknya sejak menjadi anggota DPRD terlibat langsung dalam persoalan lahan tersebut,” saya sedikit banyak mengetahui soal lahan dan kita akan cari cara penyelesaiannya,” kata ketua PCNU Loteng tersebut.
Pihak pemerintah akan melakukan beberapa kebijakan, namun sebelumnya Bupati akan memanggil Bagian Hukum dan Kesbangpoldagri untuk melakukan diskusi soal langkah apa yang akan di ambil.
Masih kata Ketua Judo itu, peliknya persoalan lahan ini di karenakan alas hak dan proses yang sudah lama sejak 40 tahun lalu hingga saat ini masih berlarut larut.
Namun pemda Loteng saat pemerintahan Pak Suhaili pernah membentuk satgas dan terjadi penyelesaian dalam bentuk kerohiman dan tali asih sebagai jalan tengah penyelesaian.
” kita akan kaji apakah akan membuat satgas khusus untuk soal ini, tapi dalam waktu dekat kami akan mengundang satgas bentukan Gubernur untuk tukar pikiran,” jelasnya.
Pathul meminta para pemilik untuk bersabar sampai gelaran MotoGP selesai dilaksanakan agar kondusifitas daerah tetap terjaga.
Sementara itu MSQ selaku Juru bicara mengapresiasi langkah Pemda Loteng masuk dalam sengkarut tanah Mandalika ini.
Pihaknya akan memberikan data yang valid kepada satgas khusus jika di minta dan akan bekerja sama untuk cepatnya pembayaran lahan warga pemilik.” Kita akan lakukan apa saja asalkan segera di bayar soal berapa harga dan proses pembayaran mari kita diskusikan kembali,” ulas mantan dewan dua periode ini.
Aliansi ini kata MSQ tetap komit mendukung pelaksanaan moto GP 18 sd 20 Maret nanti.
dia dan anggota Aliansi akan menyaksikan langsung perhelatan tersebut dari tanah Sibawaeh salah satu warga yang lahannya belum di bayar oleh pengembang. ” kita dukung MotoGP ini buktinya kita nonton dari tanah pak wae di tikungan 9 tepat di depan lobi pertamina dan kita ga perlu panjat pohon udah ada tribunnya,” kelakarnya.
Aliansi akan menagih janji pihak pihak selepas perhelatan Moto GP ini. ” kita sudah lelah di janjikan pokoknya selesai ini harus ada perogres yang jelas jangan lakukan propaganda yang tidak jelas,” tukasnya.(ntbexpose/03)






